Kabut Asap Karhutla Indonesia Meluas ke Timor Leste

Timor Leste

Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dilaporkan mencapai Timor Leste. Dampak penurunan kualitas udara di negara tersebut mendorong pemerintah setempat menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di sekolah selama tiga hari, pada 15–17 Oktober 2026.

Kebijakan itu diambil untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat polusi udara, terutama bagi siswa, guru, dan kelompok masyarakat yang rentan terhadap paparan asap.

Mengutip laporan detikNews, kualitas udara di Dili, ibu kota Timor Leste, dilaporkan memburuk setelah kabut asap menyelimuti wilayah tersebut. Sejumlah warga tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan mengenakan masker sebagai langkah perlindungan.

Seorang warga Dili, Sonya da Costa Soares, 30 tahun, yang bekerja sebagai bidan, menggambarkan kondisi polusi udara di wilayahnya kepada AFP.

“Baru-baru ini, polusi di Dili sangat parah,” ujarnya.

Penghentian sementara kegiatan belajar mengajar menjadi salah satu langkah pemerintah Timor Leste untuk meminimalkan paparan polusi terhadap anak-anak. Selain itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menjaga anak-anak tetap berada di dalam rumah, serta memakai masker ketika harus beraktivitas di luar.

Dampak kabut asap yang melintasi batas negara ini memperlihatkan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan di wilayah yang terbakar. Asap yang terbawa angin dapat memengaruhi kualitas udara di negara lain dan mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk sektor pendidikan.

Kondisi tersebut menegaskan pentingnya penanganan karhutla secara serius dan berkelanjutan. Upaya pencegahan, pemadaman titik api, pengawasan kawasan rawan kebakaran, serta pemulihan lingkungan perlu diperkuat agar dampak kebakaran tidak meluas dan membahayakan kesehatan masyarakat lintas negara.

Tutup