IHSG Naik 55 Poin ke 6.674,95 di Sesi I
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren positif pada perdagangan Selasa (8/9/2026). Hingga penutupan sesi I, IHSG menguat 55,28 poin atau 0,83 persen ke posisi 6.674,95.
Penguatan tersebut terjadi di tengah dominasi saham-saham yang bergerak positif di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data Stockbit, sebanyak 386 saham tercatat naik, sementara 213 saham melemah dan 191 saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Dari pergerakan sektoral, hampir seluruh sektor berada di zona hijau. Sektor perindustrian mencatat kenaikan tertinggi dengan tumbuh 1,26 persen.
Sektor energi menyusul dengan penguatan 1,23 persen. Kemudian barang baku naik 1,07 persen, infrastruktur 1,04 persen, serta barang konsumer primer sebesar 0,97 persen.
Kinerja positif juga terlihat pada sektor barang konsumer non-primer yang naik 0,81 persen, transportasi 0,73 persen, keuangan 0,65 persen, properti dan real estat 0,49 persen, serta kesehatan 0,35 persen.
Sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang bergerak berlawanan arah. Sektor tersebut terkoreksi 0,50 persen hingga perdagangan sesi I berakhir.
Aktivitas transaksi di lantai bursa juga cukup ramai. Volume perdagangan mencapai 22,65 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp8,16 triliun. Sementara frekuensi transaksi tercatat sekitar 1,35 juta kali.
Sejumlah saham unggulan turut menopang penguatan indeks. Di kelompok LQ45, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menjadi salah satu saham dengan kenaikan terbesar, yakni 4,90 persen ke level Rp535 per saham.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) juga menguat 4,48 persen menjadi Rp1.515 per saham. Sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 4,31 persen ke posisi Rp4.600 per saham.
Di luar kelompok LQ45, beberapa saham mencatat lonjakan harga yang lebih tinggi. POLA (Pool Advista Finance) memimpin dengan kenaikan 34,62 persen ke Rp70 per saham.
Berikutnya, CENT (Centratama Telekomunikasi Indonesia) melonjak 26,73 persen ke Rp128. Saham SOHO (Soho Global Health) juga menguat 22,92 persen menjadi Rp1.850, sedangkan PPRI (Paperocks Indonesia) naik 19,53 persen ke Rp202.
Di sisi lain, tekanan jual masih terjadi pada sejumlah saham. NZIA (Nusantara Almazia) menjadi salah satu saham dengan koreksi terdalam, yakni turun 10,53 persen ke level Rp204 per saham.
Penguatan IHSG pada perdagangan sesi I ini meneruskan tren positif sejak awal perdagangan. Pada pembukaan pasar, IHSG berada di level 6.639,51 atau menguat 0,30 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan hingga sesi pertama menunjukkan sentimen positif masih mendominasi pasar saham domestik, dengan mayoritas saham dan sektor mencatat penguatan.

