Video Andi Sudirman soal Pohon Pisang Viral

Andi Sudirman

Aksi warga yang menanam pohon pisang di jalan berlubang sebagai bentuk protes terhadap kerusakan infrastruktur kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan muncul setelah Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan tanggapannya yang kemudian viral di media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Andi Sudirman saat menghadiri rapat paripurna peringatan Hari Jadi Kabupaten Maros pada Selasa (7/7/2026). Potongan videonya kemudian beredar luas dan memicu beragam komentar dari masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Andi Sudirman menegaskan dirinya tidak akan memberikan respons terhadap jalan rusak yang diprotes melalui aksi penanaman pohon pisang.

“Kalau ditanami pisang, tidak akan saya kerja. Semakin ditanami pisang, semakin tidak saya kerja,” ujar Andi Sudirman.

Ia mengaku telah melihat banyak unggahan di media sosial, khususnya TikTok, yang memperlihatkan warga menyampaikan protes dengan cara tersebut. Menurutnya, pemerintah provinsi saat ini tengah menyiapkan program pembangunan jalan dalam skala besar.

“Saya juga lihat TikTok-nya, sudah banyak protes. Ini saja mau kita bangun jalan seribu kilometer perencanaannya, masih banyak yang tanam pisang,” katanya.

Andi Sudirman kemudian mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan aksi simbolis tersebut jika ingin ruas jalan di daerahnya masuk dalam prioritas pembangunan.

Menurutnya, pemerintah telah menyusun berbagai rencana pembangunan infrastruktur sehingga proses pelaksanaannya perlu didukung melalui komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah.

Dalam pidatonya, ia juga menyinggung pengalaman menghadapi berbagai bentuk tuntutan publik selama menjabat. Ia mencontohkan aspirasi terkait pembangunan stadion yang menurutnya telah berlangsung bertahun-tahun tanpa memengaruhi arah kebijakan yang telah disusun pemerintah.

Tak lama setelah video itu tersebar, berbagai tanggapan bermunculan di media sosial. Sebagian warganet menilai pernyataan gubernur tersebut kurang mencerminkan empati terhadap keresahan masyarakat yang menghadapi kerusakan jalan.

Salah satu komentar yang ramai dibagikan berasal dari akun media sosial Ver Vermi.

“Loh itu sudah menjadi tugasmu! Kalau tidak bisa jalani mundur. Mereka tanam pisang itu bentuk sebuah protes. Kalau memang tidak bisa mengikuti kemauan masyarakat, mundur saja!” tulis akun tersebut.

Namun, tidak sedikit pula pengguna media sosial yang berpandangan berbeda. Mereka menilai pernyataan Andi Sudirman merupakan ajakan agar masyarakat menyampaikan keluhan melalui jalur resmi dibanding melakukan aksi yang dinilai dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Perdebatan mengenai pernyataan tersebut pun terus bergulir di berbagai platform digital. Hingga kini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan belum menyampaikan penjelasan lanjutan terkait konteks lengkap pidato yang viral maupun ruas jalan yang menjadi pembahasan dalam kesempatan tersebut.

Tutup