HIPMI Dorong UMKM Yogyakarta Naik Kelas Lewat Rakercab 2026

Konferensi pers Rakercab dan Forbiscan 2026 BPC HIPMI Kota Yogyakarta di Pasar Praworotaman, Kota Yogyakarta, Selasa (6/7/2026). (H. Husaini)

BPC HIPMI Kota Yogyakarta menyiapkan berbagai program untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan dan mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas. Komitmen tersebut akan menjadi salah satu fokus dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dan Forum Bisnis Cabang (Forbiscab) 2026 yang digelar pada 8 Agustus mendatang di Graha Budaya Embung Giwangan.

Mengusung tema Lokal Mumpuni, Ngerambah Nagari”, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum penyusunan program organisasi, tetapi juga wadah membangun kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, akademisi, hingga calon wirausaha muda.

Wakil Bendahara Umum BPC HIPMI Kota Yogyakarta, Leonita Agustina, mengatakan Rakercab akan diikuti sekitar 200 anggota HIPMI. Sebanyak 12 kepala bidang akan memaparkan program kerja yang menjadi arah organisasi selama tiga tahun ke depan.

“Rakercab ini merupakan agenda internal HIPMI yang akan diikuti sekitar 200 anggota. Nantinya, 12 kepala bidang akan menyampaikan program kerja masing-masing untuk tiga tahun mendatang,” ujar Leonita.

Sebelum pelaksanaan Rakercab, HIPMI telah menggelar berbagai kegiatan pendukung, seperti roadshow, workshop, hingga Business Plan Competition yang menyasar pelajar dan mahasiswa.

Menurut Leonita, kompetisi tersebut diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk menuangkan ide bisnis inovatif sekaligus memperkenalkan mereka pada dunia kewirausahaan sejak dini.

“Akan ada Business Plan Competition secara online. Nantinya lima ide bisnis terbaik akan dipresentasikan pada 8 Agustus,” katanya.

Lima finalis akan mempresentasikan gagasan bisnis mereka di hadapan dewan juri. Tiga peserta terbaik nantinya tidak hanya memperoleh penghargaan, tetapi juga mendapatkan pendampingan usaha, mulai dari penyempurnaan model bisnis hingga akses pembiayaan.

“Kami tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga pembimbingan dan pengembangan usaha sejak awal, termasuk bagaimana memperoleh modal untuk memulai bisnis,” tambah Leonita.

Selain itu, pelaksanaan Forbiscab akan menghadirkan pelaku usaha dan praktisi bisnis yang berbagi pengalaman mengenai strategi pengembangan usaha, inovasi, serta penguatan daya saing UMKM. Sejumlah produk lokal juga akan dipamerkan melalui booth UMKM yang difasilitasi Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menyatakan pemerintah siap memperkuat sinergi dengan HIPMI dalam pengembangan kewirausahaan di daerah.

Menurutnya, HIPMI memiliki peran strategis dalam menghimpun pelaku usaha lintas sektor sekaligus menjadi mitra pemerintah untuk mencetak pengusaha baru.

Ia berharap kolaborasi tersebut mampu menghidupkan kembali program inkubasi bisnis yang telah berjalan sekitar 15 tahun namun mulai mengalami penurunan minat.

“Permasalahannya sekarang terjadi stagnasi, tidak hanya dari jumlah peminat tetapi juga dari tampilannya. Kami membutuhkan sentuhan improvisasi dari HIPMI agar program ini lebih diminati,” ujar Tri.

Tri juga mengajak HIPMI terlibat dalam pengembangan Program Koperasi Merah Putih agar mampu memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

“Harapan kami, Koperasi Merah Putih juga menjadi bagian dari program kerja bidang usaha HIPMI. Jangan sampai program ini hanya menjadi tanggung jawab dinas yang membidangi koperasi,” pungkasnya.

Tutup