IHSG Melemah ke Level 6.093 pada Perdagangan Sesi I

Ilustrasi IHSG.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi pertama pada Rabu (29/7/2026) di zona merah. Tekanan jual yang terjadi sejak pembukaan membuat indeks terkoreksi 36,995 poin atau 0,60 persen ke level 6.093,593.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 6.130 sebelum bergerak fluktuatif sepanjang sesi. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.174 dan terendah di 6.029 sebelum akhirnya mengakhiri sesi pertama di bawah level pembukaan.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 461 saham ditutup melemah, 176 saham menguat, sementara sisanya bergerak stagnan. Aktivitas transaksi didominasi oleh saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang mencatat nilai transaksi terbesar pada sesi pertama.

Pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan yang terjadi di hampir seluruh sektor. Indeks sektor properti menjadi penyumbang penurunan terbesar setelah terkoreksi 2,62 persen. Di posisi berikutnya, sektor infrastruktur turun 1,59 persen, disusul sektor industri yang melemah 1,39 persen.

Sektor lain juga bergerak di zona negatif. Indeks sektor transportasi turun 0,94 persen, sektor energi melemah 0,87 persen, sektor keuangan terkoreksi 0,59 persen, sektor bahan baku turun 0,36 persen, sektor teknologi melemah 0,33 persen, sektor barang konsumsi siklikal turun 0,31 persen, serta sektor barang konsumsi non-siklikal terkoreksi tipis sebesar 0,12 persen.

Di tengah dominasi pelemahan tersebut, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang masih mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis sebesar 0,02 persen.

Kondisi serupa juga tercermin pada indeks-indeks utama lainnya. Indeks LQ45 turun 0,08 persen ke level 607,518, sementara Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,47 persen menjadi 362,697. Indeks IDX30 ikut terkoreksi 0,02 persen ke level 342,050, sedangkan indeks MNC36 turun tipis 0,01 persen ke posisi 264,592.

Pelemahan mayoritas sektor menunjukkan sentimen pasar masih cenderung berhati-hati. Pelaku pasar diperkirakan masih mencermati perkembangan kondisi ekonomi global maupun faktor domestik yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG pada perdagangan selanjutnya.

Tutup