IHSG Kembali Merah, Rupiah Naik ke Rp17.922 per Dolar AS
Pergerakan pasar modal Indonesia kembali berada di bawah tekanan pada penutupan perdagangan Jumat (26/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah setelah mayoritas saham mengalami pelemahan.
Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun 102,9 poin atau 1,72 persen ke level 5.896. Koreksi tersebut memperpanjang tekanan yang terjadi di pasar saham sepanjang sesi perdagangan.
Aksi jual terlihat mendominasi bursa. Sebanyak 562 saham ditutup melemah, sementara hanya 123 saham yang berhasil menguat. Adapun 129 saham lainnya berakhir tanpa mengalami perubahan harga.
Di tengah pelemahan indeks, aktivitas transaksi investor tetap berlangsung cukup ramai. Nilai transaksi sepanjang perdagangan mencapai sekitar Rp12 triliun.
Sementara itu, volume perdagangan tercatat mencapai 20 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi sekitar 1,5 juta kali. Seiring melemahnya indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turut menyusut menjadi Rp10.324 triliun.
Berbeda dengan pergerakan pasar saham, nilai tukar rupiah justru menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat.
Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup di level Rp17.922 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 21 poin atau sekitar 0,12 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan yang berlawanan antara IHSG dan rupiah mencerminkan masih beragamnya sentimen yang memengaruhi pasar keuangan domestik. Investor pun masih mencermati perkembangan ekonomi global maupun kondisi dalam negeri yang berpotensi memengaruhi arah perdagangan pada pekan berikutnya.



