Sarwendah Tempuh Jalur KPAI
Perselisihan antara Sarwendah dan Ruben Onsu terkait persoalan pascacerai tampaknya belum menemui titik terang. Meski keduanya sempat bertemu beberapa waktu lalu, sengketa mengenai pengasuhan dan hak anak masih terus berlanjut.
Terbaru, Sarwendah mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia untuk menyampaikan pengaduan terkait pengasuhan serta nafkah anak. Langkah tersebut, menurut kuasa hukumnya Chris Sam Siwu, dilakukan semata-mata demi memastikan hak dan kepentingan anak tetap terlindungi.
“Yang kami laporkan terkait dengan pengasuhan dan nafkah. Semua yang klien kami rasakan sejak awal pernikahan sampai dengan saat ini,” ujar Chris, dikutip dari kanal YouTube Cumicumi.
Chris menegaskan, pengaduan yang disampaikan ke KPAI bukan ditujukan untuk memperkeruh hubungan kedua belah pihak. Fokus utama yang diperjuangkan adalah memastikan anak-anak memperoleh rasa aman, nyaman, serta hak-hak mereka terpenuhi.
“Yang kami adukan semuanya demi kepentingan anak, bukan untuk kepentingan yang lain. Ini terkait nafkah anak dan hak anak agar mereka tetap merasa aman dan nyaman,” katanya.
Dalam proses tersebut, tim kuasa hukum juga telah menyerahkan sejumlah dokumen dan bukti kepada pihak KPAI sebagai bahan kajian lebih lanjut.
“Kami sudah menyerahkan bukti-bukti kepada mereka. Selanjutnya akan dianalisis, dan kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik demi kepentingan anak,” tambah Chris.
Sebelum mengadu ke KPAI, Sarwendah juga lebih dulu mendatangi Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan untuk berkonsultasi mengenai persoalan yang dihadapinya.
Menurut Chris Sam Siwu, kedatangan kliennya ke Komnas Perempuan merupakan bagian dari upaya mencari pendampingan dan solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi.
“Klien kami ingin berkonsultasi mengenai apa yang dialaminya. Sesuai mandatnya, Komnas Perempuan membuka ruang bagi siapa pun yang ingin berkonsultasi, beraudiensi, maupun menyampaikan pengaduan,” ujarnya.
Hingga kini, baik Sarwendah maupun Ruben Onsu masih menempuh berbagai jalur untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Keduanya sama-sama berharap penyelesaian yang diambil tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak-anak mereka.





