IHSG Anjlok, Saham Perbankan Jadi Penekan Utama

Ilustrasi IHSG.

Gelombang aksi jual kembali menekan pasar saham Indonesia pada perdagangan hari ini. Setelah sehari sebelumnya mencatat penurunan lebih dari 4 persen, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan pelemahannya sejak pembukaan perdagangan dan keluar dari level psikologis yang selama ini menjadi perhatian investor.

Hingga penutupan sesi pertama, IHSG tercatat turun 206,81 poin atau 3,48 persen ke posisi 5.734,26. Pelemahan ini menunjukkan tekanan jual yang masih mendominasi pergerakan pasar di tengah tingginya kekhawatiran pelaku investasi.

Mayoritas saham yang diperdagangkan berada di zona merah. Sebanyak 716 saham mengalami penurunan, sementara 175 saham tidak bergerak dan hanya 68 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan harga.

Di tengah pelemahan indeks, aktivitas transaksi berlangsung cukup tinggi. Nilai perdagangan mencapai Rp12,72 triliun dengan volume transaksi sebanyak 20,87 miliar saham yang berpindah tangan melalui 1,36 juta kali transaksi. Kondisi tersebut turut memangkas kapitalisasi pasar hingga sekitar Rp364 triliun hanya dalam setengah hari perdagangan.

Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor. Sektor properti dan bahan baku menjadi kelompok yang mengalami koreksi paling dalam, sedangkan sektor teknologi mencatat penurunan yang relatif lebih terbatas dibanding sektor lainnya.

Pelemahan IHSG terutama dipicu oleh penurunan harga saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya dari sektor perbankan. Saham bank-bank utama menjadi kontributor terbesar terhadap penurunan indeks pada sesi perdagangan kali ini.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penekan terbesar IHSG dengan kontribusi negatif sebesar 18,74 poin. Di belakangnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turut membebani indeks sebesar 17,25 poin.

Selain saham perbankan, tekanan juga datang dari saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang memberikan kontribusi negatif sebesar 10,13 poin terhadap pergerakan IHSG. Pelemahan saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu tersebut semakin memperdalam koreksi indeks.

Sementara itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga masuk dalam daftar emiten yang paling besar menekan pergerakan IHSG, masing-masing dengan kontribusi negatif sebesar 7,98 poin dan 7,82 poin.

Dengan dominasi tekanan jual pada saham-saham unggulan, pasar masih mencerminkan sikap hati-hati investor yang memilih mengurangi eksposur risiko di tengah kondisi perdagangan yang bergejolak.

Tutup