Pengacara Selebgram MIA Sampaikan Fakta Baru soal Insiden di Blok M

Kuasa Hukum Selebgram MIA, Herman, SH.

Pengacara atau Kuasa hukum selebgram berinisial MIA, Herman, SH, menyampaikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada 6 Mei 2026. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya berbagai narasi dan potongan video di media sosial yang memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.

Dalam keterangannya, Herman terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban berinisial MHF. Ia menegaskan kliennya tidak pernah memiliki niat untuk melakukan kekerasan ataupun mencari masalah dengan siapa pun.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya saudara MHF. Klien kami tidak pernah memiliki niat mencari masalah ataupun melakukan kekerasan kepada siapa pun. Peristiwa itu terjadi sangat cepat dalam situasi yang penuh tekanan dan kepanikan,” ujar Herman, Kamis (4/6/2026).

Menurut Herman, peristiwa bermula ketika MIA kembali ke hotel tempatnya menginap di kawasan Jakarta Selatan. Setibanya di lokasi, MIA disebut didatangi dan dihadang oleh korban bersama sejumlah rekannya di area luar hotel.

Pihak kuasa hukum menyatakan kondisi saat itu berlangsung dalam suasana ramai dan menegangkan sehingga kliennya merasa tertekan serta berada dalam situasi yang tidak nyaman.

“Klien kami berada di negara orang dan saat itu situasinya sangat gaduh. Posisi klien kami sangat terdesak, panik, dan tidak dalam kondisi berpikir panjang. Respons yang terjadi saat itu merupakan refleks spontan untuk melindungi diri,” kata Herman.

Herman juga membantah anggapan yang menyebut kliennya melarikan diri setelah insiden terjadi. Ia menegaskan MIA tetap berada di lokasi dan turut membantu proses penanganan korban.

“Setelah kejadian, klien kami tidak meninggalkan korban. MIA bersama rekan-rekan langsung membantu membawa saudara MHF ke Rumah Sakit Pertamina agar segera mendapatkan pertolongan medis,” ujarnya.

Selain itu, Herman mengungkapkan komunikasi antara kedua belah pihak sempat berjalan baik setelah kejadian. Menurutnya, upaya penyelesaian secara kekeluargaan juga telah diupayakan sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap korban dan keluarganya.

“Kami berusaha menunjukkan itikad baik dan tanggung jawab moral kepada korban maupun keluarganya. Kami turut mendampingi proses penanganan medis dan berharap persoalan ini dapat dipahami secara jernih serta diselesaikan sesuai proses hukum yang berlaku,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Herman meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan perkara hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial. Ia menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan siap bersikap kooperatif selama proses tersebut berlangsung.

“Kami memohon kepada masyarakat untuk tidak menghakimi secara sepihak sebelum seluruh fakta dan proses hukum berjalan secara objektif. Kami sangat menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan siap kooperatif,” tutup Herman.

Tutup