Mahasiswa KKN UPB Mulai Pengabdian di Desa Sukasari

KKN UPB.

Sebanyak 41 mahasiswa Universitas Pelita Bangsa (UPB) resmi memulai Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Desa Sukasari, Kabupaten Bekasi. Program pengabdian masyarakat yang berlangsung mulai 20 Juli hingga 22 Agustus 2026 ini mengusung tema pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai landasan seluruh program kerja yang akan dilaksanakan selama satu bulan ke depan.

Kelompok KKN Desa Sukasari dipimpin oleh Ketua Deni Sasmita Nugraha dan Wakil Ketua Eka Maulana, didampingi Sekretaris Nabila Nurfitria serta Cherisa Zirly Fera. Selama menjalankan pengabdian, para mahasiswa mendapat pendampingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sri Wahyuningsih, S.E., M.M.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan KKN di Universitas Pelita Bangsa pada 18 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan seremoni penerimaan mahasiswa di Aula Desa Sukasari pada Senin (21/7/2026). Momentum tersebut menjadi awal sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Sri Wahyuningsih menjelaskan bahwa seluruh program KKN tahun ini disusun dengan mengacu pada tujuan SDGs sehingga manfaatnya tidak berhenti selama masa pengabdian, tetapi dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

“Program kegiatan yang dilakukan pada KKN 2026 ini mengusung tema SDGs, sehingga seluruh program diharapkan bersifat berkelanjutan dan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Sri Wahyuningsih.

Memasuki hari pertama pelaksanaan, mahasiswa tidak langsung menjalankan program kerja. Mereka lebih dahulu melakukan observasi lapangan dan membangun komunikasi dengan perangkat desa serta masyarakat sebagai langkah awal untuk memetakan kebutuhan dan potensi Desa Sukasari.

Koordinasi diawali di Kantor Desa Sukasari. Dalam pertemuan tersebut, perangkat desa memaparkan kondisi wilayah, potensi yang dimiliki, hingga sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian bersama. Diskusi berlangsung hangat dan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menyusun program yang tepat sasaran.

Salah satu peserta KKN mengatakan bahwa pendekatan kepada masyarakat menjadi prioritas utama agar setiap kegiatan benar-benar menjawab kebutuhan warga.

“Kami percaya program yang baik lahir dari pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat. Karena itu, hari pertama kami manfaatkan untuk mendengar, berdiskusi, dan belajar langsung dari warga,” ungkap salah satu mahasiswa peserta KKN.

Setelah koordinasi, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa divisi untuk melakukan observasi sesuai bidang masing-masing.

Divisi UMKM mengunjungi sejumlah pelaku usaha rumahan guna memetakan potensi ekonomi lokal sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Hasil observasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan program pendampingan, khususnya dalam penguatan pemasaran dan digitalisasi usaha.

Di bidang keagamaan, Divisi Agama melakukan kunjungan ke Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Mahasiswa berdiskusi dengan para pengajar mengenai proses pembelajaran, aktivitas keagamaan, serta peluang kolaborasi dalam mendukung pendidikan karakter bagi anak-anak di Desa Sukasari.

Sementara itu, Divisi Pendidikan melaksanakan observasi ke salah satu sekolah dasar untuk mengetahui kondisi pembelajaran, sarana pendidikan, serta kebutuhan yang dapat didukung melalui program KKN. Mahasiswa berharap dapat menghadirkan kegiatan yang mampu memberikan nilai tambah bagi dunia pendidikan di desa tersebut.

Di sisi lain, Divisi Sosial langsung terlibat dalam kegiatan pendistribusian air bersih kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan warga sekaligus membuka perhatian mahasiswa terhadap persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.

Dari hasil observasi awal, mahasiswa menemukan bahwa salah satu wilayah di Desa Sukasari hampir setiap tahun mengalami krisis air bersih saat musim kemarau. Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus kajian selama pelaksanaan KKN. Mahasiswa bersama pemerintah desa dan masyarakat akan berupaya memetakan akar permasalahan serta merumuskan rekomendasi solusi jangka panjang, sehingga penanganan tidak hanya bersifat sementara melalui distribusi air bersih, tetapi juga mampu menghadirkan langkah yang lebih permanen dan berkelanjutan.

“Kami sangat senang dapat ikut terlibat langsung bersama masyarakat. Meski baru hari pertama, kami sudah merasakan sambutan yang begitu hangat dari warga Desa Sukasari,” ujar salah satu anggota KKN.

Menjelang malam, mahasiswa bersama masyarakat mengikuti pengajian pembukaan KKN. Suasana penuh kekeluargaan menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memohon kelancaran seluruh rangkaian kegiatan selama satu bulan ke depan.

Bagi mahasiswa, hari pertama bukan sekadar proses pengumpulan data, melainkan awal membangun kepercayaan dengan masyarakat. Setiap dialog, kunjungan, dan interaksi menjadi bagian penting dalam memahami kehidupan desa sehingga setiap program yang dijalankan nantinya benar-benar memberikan manfaat sesuai kebutuhan warga.

Selama masa pengabdian, mahasiswa Universitas Pelita Bangsa akan melaksanakan berbagai program di bidang pendidikan, keagamaan, sosial, ekonomi, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat. Seluruh kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan serta mendorong terwujudnya Desa Sukasari yang semakin mandiri, maju, dan berdaya saing.

Mahasiswa KKN Universitas Pelita Bangsa juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sukasari, khususnya Kepala Desa Muhammad Nursolehudin, S.Pd., atas dukungan dan kerja sama yang diberikan selama pelaksanaan KKN. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada keluarga besar Abah H. Muhamad Kunang yang telah menyediakan fasilitas posko KKN secara cuma-cuma sehingga kegiatan pengabdian dapat berjalan dengan baik.

Tutup