Harga Minyak Naik Tajam

Minyak Bumi. Ilustrasi

Harga minyak dunia ditutup menguat pada perdagangan Rabu (3/6/2026) waktu Amerika Serikat setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik 2,41 persen dan berakhir di level 96,02 Dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent yang menjadi acuan pasar internasional menguat 1,89 persen ke posisi 97,81 Dolar AS per barel.

Penguatan harga terjadi seiring meningkatnya perhatian investor terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah. Kawasan tersebut merupakan salah satu pusat produksi dan distribusi minyak terbesar di dunia sehingga setiap eskalasi keamanan berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global.

Pasar juga mencermati perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali menjadi sorotan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir. Namun, ia menilai keputusan tersebut masih dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan situasi politik dan keamanan.

Di sisi lain, aktivitas militer di kawasan semakin menambah kekhawatiran pasar. Militer Kuwait melaporkan telah berhasil mencegat sejumlah target yang dikategorikan sebagai ancaman udara pada Selasa malam.

Tak lama berselang, Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengumumkan bahwa pasukannya berhasil menggagalkan serangan rudal balistik dan pesawat nirawak yang disebut berasal dari Iran. Peristiwa tersebut semakin mempertegas tingginya tensi keamanan di kawasan.

CENTCOM juga mengonfirmasi bahwa militer AS melancarkan operasi yang disebut sebagai tindakan pertahanan diri di Pulau Qeshm, Iran. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan ancaman terhadap kepentingan Amerika Serikat di sejumlah wilayah Timur Tengah.

Meningkatnya aktivitas militer dan ketidakpastian geopolitik membuat pelaku pasar cenderung mengantisipasi risiko gangguan distribusi minyak. Kondisi ini mendorong permintaan terhadap kontrak minyak dan menjadi katalis utama kenaikan harga energi dunia dalam perdagangan terbaru.

Tutup