TVRI Larang Nobar Piala Dunia Pakai Logo FIFA
Antusiasme masyarakat menyambut gelaran FIFA World Cup 2026 mulai terlihat jauh sebelum turnamen berlangsung. Sejumlah komunitas, pelaku usaha, hingga penyelenggara acara kini mulai menyiapkan agenda nonton bareng atau nobar di berbagai daerah. Namun di tengah tingginya euforia tersebut, TVRI mengingatkan agar kegiatan nobar tidak melanggar aturan hak cipta dan hak komersial milik FIFA.
Sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia, TVRI menegaskan bahwa penyelenggara nobar tidak diperbolehkan menggunakan identitas visual resmi FIFA untuk kebutuhan promosi acara. Larangan itu mencakup penggunaan logo resmi, gambar trofi, maskot, emblem, hingga elemen desain khas turnamen.
Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI, Ezki Suyanto, mengatakan masih banyak pihak yang salah memahami izin nobar. Menurutnya, izin penayangan bersama tidak otomatis memberikan hak penggunaan seluruh atribut resmi FIFA.
“Izin nobar hanya berkaitan dengan penayangan siaran, bukan penggunaan seluruh identitas resmi FIFA untuk promosi maupun kepentingan komersial,” ujar Ezki.
Ia menjelaskan, FIFA memiliki aturan ketat terkait perlindungan hak kekayaan intelektual selama penyelenggaraan turnamen berlangsung. Karena itu, penggunaan nama maupun simbol resmi tanpa izin dapat memicu pelanggaran hukum internasional.
“Penggunaan logo Piala Dunia, trofi, maskot, hingga font resmi turnamen hanya diperbolehkan bagi FIFA dan mitra resmi yang sudah memiliki lisensi,” katanya.
TVRI juga mengingatkan penyelenggara agar tidak memakai istilah seperti “FIFA”, “World Cup”, atau “Piala Dunia 2026” sebagai nama utama kegiatan nobar yang bersifat komersial. Selain itu, penjualan merchandise bertema FIFA tanpa hak resmi juga dilarang.
Tak hanya soal promosi, perhatian juga diberikan pada unsur sponsor kegiatan. TVRI meminta penyelenggara tidak menempatkan sponsor lokal yang menjadi kompetitor sponsor resmi FIFA di area utama penayangan acara.
Meski aturan diperketat, masyarakat tetap diperbolehkan mengadakan nobar dengan konsep umum bertema sepak bola. Penyelenggara dapat menggunakan dekorasi netral seperti bola, lapangan, rumput sintetis, atau atribut sepak bola umum tanpa memasukkan unsur resmi FIFA.
Ezki menilai kepatuhan terhadap regulasi tersebut penting agar penyelenggaraan nobar tetap berjalan aman dan profesional tanpa menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
“Euforia sepak bola tetap bisa dinikmati bersama, tetapi harus tetap menghormati aturan hak siar dan hak kekayaan intelektual yang berlaku,” tegasnya.
TVRI memastikan pengawasan terhadap penggunaan atribut resmi FIFA akan dilakukan selama rangkaian Piala Dunia 2026 berlangsung. Seluruh pihak yang sudah membuat materi promosi pun diminta segera melakukan penyesuaian agar tidak melanggar ketentuan.





