Awal Tahun Moncer, Penjualan Lippo Cikarang Tembus Rp491 Miliar
Kinerja awal tahun PT Lippo Cikarang Tbk menunjukkan tren positif di tengah dinamika sektor properti. Perseroan membukukan pra-penjualan sebesar Rp491 miliar pada kuartal I 2026, melonjak 52 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut mencerminkan hampir sepertiga dari target tahunan perusahaan yang dipatok Rp1,70 triliun. Angka ini sekaligus menjadi indikator kuatnya permintaan pasar sejak awal tahun.
Lonjakan penjualan terutama ditopang oleh segmen hunian, khususnya rumah tapak yang masih menjadi produk unggulan. Selain itu, kontribusi dari apartemen dan unit komersial turut memperkuat kinerja penjualan secara keseluruhan.
Perusahaan juga mengandalkan strategi peluncuran produk baru untuk menjaga momentum pasar. Salah satu proyek yang diperkenalkan adalah Neo 5enses Collection, yang menyasar kebutuhan konsumen di segmen hunian modern.
Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Indryanarum, menyampaikan optimisme terhadap prospek sektor properti ke depan, terutama pada segmen hunian terjangkau dan premium.
“Pada 1Q26, kami berhasil mencapai 29 persen dari target pra-penjualan tahunan. Kami akan terus menjaga kepercayaan konsumen melalui penyelesaian proyek tepat waktu dan proses serah terima yang sesuai jadwal,” ujarnya.
Dari sisi pendapatan, perseroan mencatatkan Rp760 miliar pada periode yang sama. Pendapatan ini berasal dari tiga lini utama, yakni penjualan properti residensial, jasa pengelolaan kota, serta unit komersial.
Kontribusi terbesar masih berasal dari penjualan rumah tapak dan apartemen, disusul oleh layanan pengelolaan kawasan dan unit komersial. Ketiga segmen tersebut menyumbang mayoritas terhadap total pendapatan perusahaan.
Kinerja keuangan juga tercermin dari peningkatan laba kotor yang mencapai Rp229 miliar. Margin laba kotor naik menjadi 30 persen, menunjukkan efisiensi biaya serta strategi produk yang dinilai tepat sasaran.
Selain itu, perseroan mencatat EBITDA sebesar Rp125 miliar dengan margin 16 persen. Capaian ini menandakan stabilitas operasional yang tetap terjaga di tengah persaingan industri.
Dari sisi volume, perusahaan berhasil menjual 541 unit sepanjang kuartal pertama. Tingginya angka penjualan ini didorong oleh minat pasar terhadap hunian yang dinilai masih kuat, khususnya di kawasan berkembang.





