Proyek MRMP Ponorogo Dikebut, Anggaran Tembus Rp160 Miliar

Patung Reog Ponorogo.

Pembangunan Monumen Reog dan Museum Ponorogo (MRMP) di Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menunjukkan perkembangan signifikan. Struktur utama monumen setinggi 126 meter kini telah berdiri dan mulai membentuk siluet megah yang terlihat jelas di kawasan proyek.

Proyek strategis ini digagas sebagai ikon budaya baru yang merepresentasikan kesenian Reog Ponorogo, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai destinasi wisata unggulan berbasis kearifan lokal.

Secara konsep, monumen ini diproyeksikan melampaui ketinggian Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali, menjadikannya salah satu monumen budaya tertinggi di Indonesia. Ambisi tersebut tidak hanya berorientasi pada aspek visual, tetapi juga pada penguatan identitas budaya di tingkat nasional.

Pembangunan tahap awal diketahui telah menyerap anggaran sekitar Rp76 miliar. Dana tersebut difokuskan pada penguatan fondasi, pembangunan struktur dasar, serta pengembangan area museum yang terintegrasi dalam satu kawasan.

Pemerintah daerah memperkirakan total kebutuhan anggaran hingga tahap akhir proyek dapat mencapai sekitar Rp160 miliar, termasuk penyelesaian konstruksi utama dan penataan kawasan pendukung.

Saat ini, pengerjaan di lapangan difokuskan pada dua aspek utama, yakni penyempurnaan struktur inti monumen untuk menjamin keamanan dan presisi konstruksi, serta pengembangan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, fasilitas umum, dan ruang publik bagi pengunjung.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo menegaskan bahwa pembangunan MRMP tidak semata-mata bertujuan menghadirkan bangunan monumental, melainkan sebagai strategi jangka panjang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami optimistis monumen ini akan memperkuat identitas Reog sebagai warisan budaya, sekaligus menjadi penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata di Ponorogo,” ujar perwakilan pemerintah daerah.

Selain menjadi pusat edukasi budaya melalui museum, kawasan ini juga diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah besar, baik domestik maupun mancanegara.

Dengan progres pembangunan yang terus berjalan dan struktur utama yang kini mulai terlihat utuh, Monumen Reog Ponorogo diproyeksikan segera menjadi landmark baru. Kehadirannya diharapkan mampu bersaing dengan destinasi wisata besar lainnya di Indonesia, sekaligus mengangkat potensi lokal ke panggung global.

Tutup