Harga Tiket Umrah Melonjak Akibat Kenaikan Avtur
Kenaikan harga tiket pesawat untuk perjalanan umrah memicu kegelisahan di kalangan biro perjalanan dan calon jemaah di berbagai daerah. Dalam beberapa hari terakhir, biaya penerbangan disebut melonjak drastis hingga jutaan rupiah per kursi, membuat banyak agen travel harus menghitung ulang paket keberangkatan yang sudah dipasarkan kepada masyarakat.
Lonjakan tarif tersebut dilaporkan terjadi pada sejumlah maskapai yang melayani rute umrah menuju Arab Saudi. Besaran kenaikan bervariasi, mulai dari Rp4 juta hingga mencapai Rp6,5 juta per tiket, tergantung maskapai dan jadwal penerbangan yang dipilih.
Situasi ini langsung menjadi perhatian para penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Banyak biro travel mengaku kesulitan menyesuaikan harga karena sebagian paket sebelumnya telah dipasarkan jauh hari kepada calon jemaah dengan nominal lama.
Sekretaris Jenderal Amphuri, Zaky Zakaria, membenarkan adanya lonjakan harga tiket penerbangan tersebut. Menurutnya, hampir seluruh pelaku usaha perjalanan umrah saat ini tengah menghadapi kondisi yang sama.
“Semua travel dan asosiasi sedang ramai membahas kenaikan ini. Ada maskapai yang menaikkan harga tiket mulai Rp4 juta sampai Rp6,5 juta,” ujar Zaky, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan tarif penerbangan dipicu meningkatnya harga avtur yang berdampak langsung pada biaya operasional maskapai. Kondisi tersebut kemudian berimbas pada penyesuaian harga tiket untuk penerbangan umrah dan haji.
“Faktor utamanya karena kenaikan harga avtur. Dampaknya langsung terasa pada harga tiket penerbangan,” katanya.
Di sisi lain, lonjakan harga ini dikhawatirkan memengaruhi minat masyarakat untuk berangkat umrah, terutama bagi calon jemaah yang telah menabung dalam waktu lama. Tidak sedikit travel yang kini harus melakukan negosiasi ulang dengan calon peserta keberangkatan karena perubahan biaya yang cukup besar.
Menurut Zaky, sejumlah asosiasi penyelenggara haji dan umrah saat ini tengah menyiapkan langkah bersama guna meminta pemerintah turun tangan. Mereka berharap ada mediasi antara asosiasi travel dan maskapai agar penyesuaian tarif tidak dilakukan secara sepihak.
“Tim dari beberapa asosiasi sedang menyusun surat kepada pemerintah agar ada mediasi dengan maskapai penerbangan, sehingga kenaikan harga tidak memberatkan jemaah,” ungkapnya.
Pelaku industri perjalanan umrah berharap situasi ini segera menemukan solusi. Mereka menilai stabilitas harga tiket sangat penting untuk menjaga keberlangsungan industri sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat yang ingin menjalankan ibadah ke Tanah Suci.



