Materi Stand Up di Netflix Dipersoalkan, Pandji Kembali Dilaporkan

Pandji Pragiwaksono

Komika Pandji Pragiwaksono kembali berhadapan dengan proses hukum. Kali ini, ia dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama Islam terkait materi dalam pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea.

Laporan tersebut dilayangkan oleh Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten dan tercatat dengan nomor LP/B/567/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 22 Januari 2026. Materi yang dipersoalkan berasal dari pertunjukan Mens Rea yang digelar di Istora pada 2025 dan mulai ditayangkan di Netflix Indonesia pada 27 Desember 2025.

Ketua Dewan Pembina MPS Banten, KH Matin Syarkowi, menyebut laporan itu berkaitan dengan dugaan penghinaan terhadap praktik peribadatan umat Islam yang disampaikan Pandji dalam materi komedinya.

“Pandji kami laporkan atas dugaan penghinaan terhadap peribadatan agama Islam,” ujar Matin saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (22/1/2026) malam.

Matin menjelaskan, bagian materi yang dipersoalkan menyinggung soal salat. Dalam pertunjukan tersebut, Pandji disebut menyampaikan narasi bahwa seseorang yang rajin menjalankan salat belum tentu merupakan pribadi yang baik.

Menurut Matin, Pandji kemudian menganalogikan hal itu dengan contoh siswa yang tidak pernah bolos sekolah, namun tetap disebut bodoh.

“Dalam narasinya, orang yang tidak pernah bolong salat, rajin, apakah otomatis menjadi orang baik? Dijawab tidak. Lalu dianalogikan seperti siswa yang tidak pernah bolos tapi disebut ‘goblok’,” jelasnya.

Pernyataan tersebut dinilai MPS Banten sebagai bentuk dugaan penghinaan terhadap peribadatan umat Islam. Matin menegaskan, dalam keyakinan umat Islam, seseorang yang konsisten menjalankan salat, baik wajib maupun sunah, diyakini sebagai pribadi yang baik.

“Dalam keyakinan kami, orang yang rajin salat dan tidak pernah meninggalkan salat diyakini sebagai orang baik,” katanya.

Meski telah melaporkan Pandji ke pihak kepolisian, Matin menegaskan bahwa langkah tersebut tidak serta-merta bertujuan untuk memidanakan sang komika. Pihaknya, kata dia, masih membuka ruang dialog dan klarifikasi.

“Pelaporan ini belum tentu berniat untuk memidanakan. Kami ingin ada kejelasan dan penjelasan dari yang bersangkutan,” pungkasnya.

Tutup