DPRD Dorong Job Fair Lebih Sering Digelar di Kota Bekasi

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, mengusulkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tidak lagi menggelar Job Fair hanya sekali dalam setahun. Menurutnya, tingginya kebutuhan lapangan pekerjaan di Kota Bekasi harus direspons dengan penyelenggaraan bursa kerja yang lebih rutin agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan bekerja.

Adelia menilai antusiasme masyarakat pada Job Fair yang menyediakan sekitar 4.000 lowongan pekerjaan menjadi bukti bahwa kebutuhan akan akses kerja masih sangat tinggi.

“Harapan saya kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilaksanakan. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang memiliki kesempatan memperoleh pekerjaan,” ujar Adelia di sela kegiatan Job Fair.

Ia berharap manfaat penyelenggaraan Job Fair semakin dirasakan masyarakat, khususnya warga ber-KTP Kota Bekasi. Menurutnya, penggunaan anggaran daerah untuk kegiatan tersebut sudah semestinya memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

“Saya berharap warga Kota Bekasi lebih banyak yang mendapatkan pekerjaan. Karena kegiatan ini menggunakan anggaran dari Dinas Ketenagakerjaan, tentu harapannya masyarakat Kota Bekasi bisa merasakan manfaat yang lebih besar,” katanya.

Meski demikian, Adelia menegaskan pemerintah tidak dapat membatasi peserta hanya berasal dari Kota Bekasi. Kesempatan memperoleh pekerjaan merupakan hak seluruh warga negara, sehingga proses rekrutmen tetap harus terbuka bagi semua pelamar.

Selain mendorong peningkatan frekuensi Job Fair, Adelia mengapresiasi keterlibatan penyandang disabilitas dalam pelaksanaan tahun ini. Ia menilai langkah tersebut mencerminkan komitmen menghadirkan kesempatan kerja yang lebih inklusif.

Menurutnya, perusahaan tetap perlu menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja dengan karakteristik usahanya. Meski demikian, masih banyak sektor yang dinilai mampu membuka ruang lebih besar bagi penyandang disabilitas.

“Masih banyak sektor yang bisa membuka peluang bagi teman-teman disabilitas, terutama industri kreatif dan ekonomi kreatif yang lebih fleksibel,” ujarnya.

Adelia juga mendorong pemerintah melibatkan lebih banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah berkembang agar ikut membuka lowongan kerja pada penyelenggaraan Job Fair berikutnya. Semakin banyak perusahaan yang berpartisipasi, kata dia, semakin besar pula peluang masyarakat mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensinya.

Selain itu, ia menyambut baik rencana Dinas Ketenagakerjaan menghadirkan program pemagangan sebagai jembatan bagi pencari kerja sebelum memasuki dunia industri. Program tersebut dinilai dapat membantu calon pekerja memahami budaya kerja sekaligus mengurangi tingginya angka pekerja yang mengundurkan diri pada masa awal bekerja.

Terkait sekitar 300 lowongan yang disediakan bagi penyandang disabilitas pada Job Fair tahun ini, Adelia menilai penambahan kuota pada masa mendatang harus tetap mempertimbangkan kebutuhan dunia usaha.

“Penambahannya harus melihat kebutuhan perusahaan. Jangan dipaksakan, karena semuanya bergantung pada supply dan demand. Yang penting kesempatan terus dibuka dan perusahaan semakin banyak yang terlibat,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah daerah kembali mengalokasikan anggaran untuk penyelenggaraan Job Fair tahun depan dengan skala yang lebih besar dan jangkauan perusahaan yang lebih luas.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa digelar lagi dan semakin besar. Ayo warga Kota Bekasi, manfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan pekerjaan,” pungkasnya. (Adv)

Tutup