Usai Anak Viral, Pejabat Gayo Lues Lepas Jabatan

Pejabat di Gayo Lues

Keputusan mengejutkan diambil pejabat Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Nevirizal, yang memilih mengundurkan diri dari jabatannya setelah unggahan media sosial sang anak, Dea Arranoya, menjadi viral dan menuai kritik publik.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas polemik yang muncul. Dalam surat pengunduran dirinya, Nevirizal menilai seorang pejabat publik tetap harus menjaga integritas lembaga, meski persoalan bermula dari tindakan anggota keluarganya.

“Saya mengambil keputusan ini dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab moral demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan,” demikian isi pernyataan Nevirizal dalam surat pengunduran dirinya.

Sorotan publik bermula dari sejumlah unggahan Dea Arranoya yang memperlihatkan gaya hidup mewah, mulai dari liburan ke Korea Selatan, Bangkok, hingga Eropa. Tak hanya itu, Dea juga sempat membagikan percakapan keluarga terkait rencana pembelian mobil baru.

Unggahan lain yang ikut memicu perhatian adalah foto 15 jeriken bahan bakar minyak (BBM) yang tersusun di rumahnya. Dalam unggahan tersebut, Dea menulis, “Papaku beli minyak 15 jeriken. Ntah mobil mana lagi yang mau dipenuhkannya.”

Konten tersebut menuai kritik lantaran beredar saat Kabupaten Gayo Lues masih berada dalam masa pemulihan pascabencana. Banyak warganet mempertanyakan unggahan tersebut hingga akhirnya menjadi viral.

Menanggapi polemik itu, Nevirizal menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia mengaku lalai mengawasi aktivitas anaknya di media sosial dan menegaskan tidak ada niat untuk menyakiti perasaan publik.

“Saya mohon kepada pemerintah dan masyarakat yang merasa tersakiti. Ini murni ketidaksengajaan yang dilakukan anak kami karena mungkin belum memahami dampaknya,” ujar Nevirizal.

Ia juga memberikan klarifikasi bahwa perjalanan ke luar negeri yang diunggah anaknya merupakan perjalanan lama. Menurutnya, sang istri dan anak pergi ke Korea Selatan pada 2025 untuk mendampingi anggota keluarga yang menjalani pengobatan mata, sementara dirinya tidak ikut dalam perjalanan tersebut maupun liburan ke Eropa.

Terkait foto 15 jeriken BBM, Nevirizal menjelaskan bahan bakar itu dibeli pada Desember 2025 untuk kebutuhan penanganan bencana ketika terjadi kelangkaan BBM di wilayah tersebut.

“Minyak itu memang disimpan untuk penanganan bencana pada waktu terjadi kelangkaan BBM,” jelasnya.

Sementara itu, Dea Arranoya juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia mengaku menyesal karena unggahan yang dibuat justru menimbulkan persepsi negatif dan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dan akan berusaha menjadi pribadi yang lebih rendah hati, bijaksana, serta lebih peka terhadap lingkungan sekitar,” ujar Dea.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Dea mengaku telah menghapus seluruh unggahan yang menjadi sorotan publik dari akun media sosial miliknya.

Tutup