Nama Prodi Teknik Diubah, Ini Alasannya

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek).

Pemerintah resmi mengubah penamaan program studi “Teknik” menjadi “Rekayasa” di berbagai perguruan tinggi Indonesia.

Kebijakan tersebut mulai berlaku sejak ditetapkan pada 9 September 2025 sebagai bagian dari penyesuaian nomenklatur pendidikan tinggi agar lebih selaras dengan istilah internasional.

Perubahan itu dilakukan karena istilah “Rekayasa” dinilai menjadi padanan bahasa Indonesia yang lebih tepat untuk kata “Engineering” yang selama ini digunakan secara global.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap lulusan perguruan tinggi Indonesia lebih mudah diakui di luar negeri, sekaligus mendukung proses akreditasi internasional kampus.

Hampir seluruh program studi yang sebelumnya menggunakan nama “Teknik” kini beralih menjadi “Rekayasa”.

Sebagai contoh, program studi “Teknik Mesin” berubah menjadi “Rekayasa Mesin”, kemudian “Teknik Sipil” menjadi “Rekayasa Sipil”.

Kampus-kampus berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember juga diberikan fleksibilitas dalam penggunaan nama program studi yang dianggap sepadan.

Meski demikian, sejumlah kampus disebut masih dapat mempertahankan istilah lama sepanjang memiliki alasan akademik dan kebutuhan internasional tertentu.

Tutup