Moeldoko Geram Disebut Bekingi Ponpes Al Zaytun Asuhan Panji Gumilang

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Senin (29/6/2020). Moeldoko mengungkapkan Presiden menegur keras menteri-menterinya agar mereka dapat lebih lebih sigap, cepat dan tepat dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO

terkenal.co.id – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko geram lantaran dirinya disebut bekingi Ponpes Al Zaytun.

Moeldoko mengatakan bahwa dirinya sudah pernah mengingatkan Pimpinan Al Zaytun untuk tak melakukan ajaran menyimpang.

Hal tersebut diungkapkan Moeldoko saat dirinya mengenal Panji Gumilang sejak menjadi Pangdam.

“Saya selalu tegaskan saya sudah bicara dengan Pak Panji Gumilang ‘eh kalau macam-macam gua yang pertama beresin’ gitu,” terangnya.

Moeldoko juga menegaskan bahwa sejak dirinya menjadi Pangdam pernah mendatangi Al Zaytun.

“Jadi saya mulai Pangdam itu sudah datang ke Al Zaytun, melihat cara pasti apa yang dilakukan di sana, begitu ada penyimpangan saya orang pertama yang bertindak,” ujar Moeldoko.

Dengan tegas, Moeldoko Geram atas tuduhan dirinya sebagai bekingan Al Zaytun.

Moeldoko tegas membantah tuduhan tersebut dengan menyebut bahwa dirinya mantan Panglima TNI bukan seorang preman.

“Jangan mantan Panglima dibilang-nya beking, emang gue preman apa? Nggak benar nih. Saya juga bisa marah, saya juga bisa marah,” kata Moeldoko dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha Jakarta, Senin, 3 Juli 2023.

Lebih lanjut, Moeldoko menyampaikan bahwa dirinya telah mengetahui siapa saja pihak yang ikut bermain dalam isu tersebut.

“Saya sudah tahu siapa yang ‘goreng’ itu, saya sudah tahu. Tujuannya apa saya tahu,” ucapnya.

Kepala staf kepresidenan ini mendukung penuh upaya pemeriksaan yang dilakukan Bareskrim Polri atas dugaan penistaan agama yang dilakukan Panji Gumilang.

Bahkan dirinya mempersilahkan langkah Bareskrim Polri dalam pemeriksaan terhadap pimpinan Al Zaytun tersebut.

“Ya periksa aja, kenapa? Sebagai warga negara nggak ada kekebalan, siapa aja, periksa aja,” tandasnya.

Laporan: Mishbahul Anam

Tutup