Menjelajah Osu Nagoya, Surga Belanja dari Anime hingga Barang Bekas

Nagoya

Suasana berbeda terasa ketika menyusuri kawasan Osu Shopping District di Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang. Pada periode Silver Week, kawasan ini dipadati warga yang datang untuk berbelanja, berburu kuliner, hingga sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.

Silver Week merupakan periode libur panjang di Jepang yang berlangsung selama lima hari pada pekan tersebut. Momentum ini membuat sejumlah pusat keramaian di Nagoya semakin ramai, termasuk Osu yang berada tak jauh dari pusat kota.

Dari kejauhan, salah satu penanda kawasan Osu sudah terlihat melalui gerbang besar yang bentuknya menyerupai gerbang kuil. Begitu melewatinya, pengunjung langsung berhadapan dengan deretan pertokoan yang memanjang di sisi kanan dan kiri jalan.

Pilihan barang yang ditawarkan pun sangat beragam. Pengunjung bisa menemukan toko pakaian, aksesori, elektronik, permainan, hingga gerai ritel seperti ABC-MART. Semakin jauh berjalan, karakter kawasan tersebut semakin beragam dengan hadirnya kedai makanan, toko minuman, barang bekas, serta gerai yang menjual berbagai produk budaya populer Jepang.

Jika dibandingkan dengan kawasan di Indonesia, bagian awal Osu sekilas mengingatkan pada Pasar Baru di Jakarta. Namun, ketika memasuki bagian yang lebih ramai oleh anak muda, suasananya juga memiliki sedikit kemiripan dengan Blok M.

Meski begitu, Osu tetap memiliki identitas yang kuat sebagai kawasan perdagangan khas Jepang. Perpaduan antara pusat perbelanjaan, kuliner, hiburan, budaya pop, dan toko barang bekas membuat kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri.

Skalanya juga cukup besar. Kawasan Osu diperkirakan memiliki sekitar 1.200 toko, restoran, dan berbagai jenis usaha. Sementara area arkade perbelanjaannya terdiri atas delapan ruas jalan yang menaungi sekitar 400 toko dan usaha.

Keragaman tersebut membuat Osu tidak hanya menjadi tujuan belanja bagi satu kelompok tertentu. Anak muda, keluarga, wisatawan, kolektor, hingga pengunjung dari berbagai negara dapat menemukan aktivitas yang sesuai dengan minat masing-masing.

Salah satu pemandangan yang cukup mudah ditemukan adalah antrean panjang di depan sejumlah gerai makanan. Pengunjung rela menunggu untuk mencicipi makanan atau minuman yang tengah populer.

Di antara deretan gerai tersebut, toko barang bekas juga menjadi daya tarik tersendiri. Produk yang ditawarkan memiliki rentang harga cukup luas, tergantung jenis, kondisi, dan kelangkaannya.

Bagi penggemar anime, misalnya, terdapat berbagai koleksi karakter dari serial populer Jepang. Salah satunya action figure Luffy dari One Piece yang dijual mulai sekitar 1.500 yen atau setara kurang lebih Rp170 ribu.

Pilihan dengan harga lebih tinggi juga tersedia bagi kolektor yang mencari barang tertentu. Beberapa produk koleksi bahkan dibanderol hingga sekitar 22.000 yen atau sekitar Rp2,5 juta.

Salah satu yang menarik perhatian adalah replika kapal Going Merry, kapal yang digunakan Luffy dan kru Topi Jerami dalam serial One Piece. Barang seperti ini menunjukkan bagaimana budaya populer Jepang menjadi bagian dari pengalaman berbelanja di Osu.

Bagi penggemar anime dan budaya pop Jepang, menjelajahi Osu bukan hanya soal mencari barang dengan harga tertentu. Kawasan ini juga menawarkan pengalaman menyusuri pusat perdagangan yang mempertemukan kuliner, fesyen, barang bekas, hiburan, dan budaya populer dalam satu kawasan.

Di tengah hiruk-pikuk Nagoya saat Silver Week, Osu memperlihatkan wajah kota yang tidak hanya modern, tetapi juga hidup melalui aktivitas perdagangan dan komunitas yang beragam.

Tutup