Sinyal Radio Beta Pictoris b Terdeteksi dari Bumi

Untuk pertama kalinya, astronom berhasil mendeteksi sinyal gelombang radio yang diyakini berasal langsung dari sebuah planet di luar Tata Surya. Temuan ini menjadi langkah penting dalam upaya memahami kondisi planet yang mengorbit bintang lain, termasuk keberadaan medan magnet yang selama ini sulit diamati secara langsung.

Sinyal tersebut terdeteksi dari sistem Beta Pictoris yang berjarak sekitar 63,4 tahun cahaya dari Bumi. Sistem ini diketahui memiliki sejumlah planet yang mengorbit bintang Beta Pictoris, termasuk Beta Pictoris b, Beta Pictoris c, dan Beta Pictoris d.

Dilansir ScienceAlert, para peneliti berhasil mengidentifikasi Beta Pictoris b sebagai sumber sinyal radio tersebut. Artinya, gelombang yang diterima teleskop radio di Bumi tidak sekadar menunjukkan keberadaan sistem planet, tetapi memberikan petunjuk mengenai kondisi planet itu sendiri.

Temuan ini berbeda dengan metode yang selama ini umum digunakan untuk mendeteksi planet ekstrasurya. Keberadaan planet biasanya diketahui melalui pengaruh gravitasinya terhadap bintang induk atau penurunan kecerahan bintang ketika sebuah planet melintas di depannya.

Dalam pengamatan terbaru ini, sinyal radio justru dipancarkan dari lingkungan planet. Para peneliti memperkirakan emisi tersebut berkaitan dengan interaksi antara medan magnet Beta Pictoris b dan angin bintang dari bintang induknya.

Interaksi tersebut dapat menghasilkan pancaran radio aurora yang kemudian merambat melalui ruang angkasa hingga akhirnya ditangkap instrumen di Bumi. Pola emisi yang diperoleh dapat memberikan informasi mengenai karakteristik medan magnet serta lingkungan di sekitar planet.

Penelitian tersebut dilakukan oleh ilmuwan dari Center for Astrophysics Harvard & Smithsonian dan University of Oregon. Tim peneliti menyebut pancaran radio aurora telah lama diketahui terjadi pada sejumlah planet di Tata Surya, tetapi deteksi yang dapat dikaitkan secara langsung dengan planet di luar Tata Surya belum pernah dilakukan sebelumnya.

“ Meskipun pancaran radio aurora sering terpantau dari planet di Tata Surya, belum pernah ada gelombang radio yang dipastikan berasal dari planet di luar tata surya. Biasanya hanya dari bintangnya,” kata tim peneliti.

Medan magnet menjadi salah satu aspek penting yang ingin dipahami ilmuwan melalui pengamatan tersebut. Di Bumi, medan magnet membantu melindungi planet dari partikel bermuatan dan radiasi yang berasal dari Matahari.

Perlindungan tersebut juga berkaitan dengan kemampuan atmosfer untuk bertahan dari terpaan angin bintang. Karena itu, keberadaan dan karakteristik medan magnet menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam penelitian mengenai lingkungan planet yang berpotensi mendukung kehidupan.

Meski demikian, penemuan sinyal radio dari Beta Pictoris b belum berarti astronom menemukan kehidupan di planet tersebut. Sinyal yang terdeteksi merupakan fenomena alam yang berkaitan dengan aktivitas medan magnet dan interaksinya dengan lingkungan bintang.

Nilai penting temuan ini terletak pada metode pengamatannya. Jika teknik tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut, astronom berpeluang mempelajari medan magnet pada lebih banyak planet ekstrasurya.

Pengamatan terhadap puluhan hingga ratusan planet di luar Tata Surya nantinya dapat membantu ilmuwan membandingkan karakteristik medan magnet, atmosfer, serta lingkungan masing-masing planet dengan kondisi Bumi.

Para peneliti masih membutuhkan pengamatan lanjutan untuk mengungkap lebih banyak karakteristik Beta Pictoris b. Dengan semakin berkembangnya kemampuan teleskop radio, deteksi serupa terhadap planet lain juga terbuka untuk dilakukan.

Temuan ini sekaligus memperluas cara manusia mempelajari dunia di luar Tata Surya. Bukan hanya melalui cahaya bintang yang menjadi pusat sistem, tetapi juga dengan menangkap sinyal yang berasal dari lingkungan planet itu sendiri.

Tutup