Manuver Dasco di Tengah Gejolak Pasar, IHSG Melonjak 7,57 Persen
Pasar modal Indonesia mencatat pemulihan kuat pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Setelah mengalami tekanan berat dalam beberapa hari terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan menutup perdagangan dengan lonjakan signifikan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG mengakhiri sesi perdagangan di level 5.746 atau menguat 7,57 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Kenaikan ini menjadi salah satu penguatan harian terbesar dalam beberapa waktu terakhir.
Sejak awal perdagangan, pergerakan indeks menunjukkan tren positif. Meskipun sempat bergerak fluktuatif, minat beli investor terus meningkat hingga mendorong indeks menembus level tertinggi pada penutupan pasar.
Mayoritas saham bergerak di zona hijau. Ratusan emiten mencatat kenaikan harga, sementara hanya sebagian kecil saham yang mengalami pelemahan maupun bergerak tanpa perubahan berarti.
Aktivitas transaksi juga menunjukkan peningkatan signifikan. Nilai perdagangan mencapai puluhan triliun rupiah dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai puluhan miliar lembar, mencerminkan tingginya partisipasi investor di pasar.
Penguatan indeks terutama didorong oleh reli saham sektor perbankan. Sejumlah bank berkapitalisasi besar menjadi motor utama kenaikan IHSG setelah mencatat lonjakan harga yang cukup tajam sepanjang sesi perdagangan.
Saham-saham perbankan nasional menjadi incaran investor setelah muncul optimisme terhadap kondisi industri keuangan domestik. Sentimen positif tersebut turut memperkuat kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi nasional.
Momentum penguatan terjadi setelah berlangsungnya pertemuan antara Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dengan perwakilan industri perbankan dan sejumlah pemangku kepentingan sektor keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, DPR melakukan evaluasi dan koordinasi mengenai perkembangan sektor perbankan nasional di tengah dinamika ekonomi yang sedang berlangsung. Hasil diskusi disebut menunjukkan kondisi industri perbankan yang tetap terjaga dan memiliki fundamental yang baik.
“Perkembangan sektor perbankan yang kami terima dari hasil diskusi menunjukkan kondisi yang sangat baik,” ujar Dasco.
Optimisme terhadap stabilitas sektor keuangan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pelaku pasar kembali melakukan akumulasi saham, khususnya pada emiten-emiten perbankan. Kondisi itu akhirnya membawa IHSG menutup perdagangan dengan penguatan tajam dan memberikan harapan baru bagi pasar modal Indonesia setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup besar.





