Mafia Pentol Terseret Dugaan Penipuan Investasi, Korban Lapor Polisi

Mafia Pentol

Pemilik usaha kuliner viral Mafia Pentol, Hendra, dilaporkan ke Polda Jawa Timur atas dugaan penipuan berkedok investasi sebagai pemasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Korban mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah setelah dijanjikan keuntungan investasi tetap sebesar 20 persen setiap bulan.

Kasus ini mencuat setelah salah satu korban, Atok Illah, mendatangi Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya untuk meminta pendampingan hukum. Ia mengaku telah menyetorkan dana investasi mencapai Rp400 juta, baik melalui transfer maupun pembayaran tunai.

Menurut Atok, Hendra menawarkan kerja sama investasi dengan alasan menjadi pemasok bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program MBG.

“Saya percaya karena yang menawarkan adalah sosok yang sudah dikenal sebagai pengusaha kuliner. Investasi yang saya setor total sekitar Rp400 juta,” ujar Atok.

Korban mengatakan, dalam penawarannya Hendra menjanjikan imbal hasil tetap atau fixed return sebesar 20 persen setiap bulan. Tawaran tersebut membuat dirinya yakin untuk menanamkan modal dalam jumlah besar.

Namun, setelah memasuki jadwal pembayaran keuntungan pada akhir Maret, Hendra disebut tidak lagi bisa dihubungi. Korban juga mendapati rumah produksi Mafia Pentol di Surabaya telah kosong dan diduga berpindah lokasi tanpa pemberitahuan.

“Saat jatuh tempo pembayaran keuntungan, nomor teleponnya sudah sulit dihubungi. Ketika saya datangi lokasi usahanya, tempatnya juga sudah kosong,” katanya.

Merasa menjadi korban dugaan penipuan, Atok bersama tim hukum Rumah Aspirasi kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Timur. Mereka menyerahkan sejumlah barang bukti berupa bukti transfer, percakapan, hingga dokumen perjanjian investasi sebagai dasar laporan.

“Kami berharap kepolisian segera mengusut tuntas perkara ini dan para korban bisa mendapatkan keadilan serta pengembalian kerugian,” ujar tim pendamping hukum korban.

Kasus ini turut menjadi sorotan karena muncul di tengah penyidikan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang ditangani Kejaksaan Agung. Meski demikian, dugaan penipuan investasi yang dilaporkan korban merupakan perkara berbeda dan saat ini masih dalam proses penanganan kepolisian.

Hingga kini, Hendra belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Polisi juga masih mendalami laporan beserta barang bukti yang telah disampaikan para pelapor.

Tutup