Kereta Boris Johnson Diduga Jadi Target Drone Rusia
Insiden serangan drone di wilayah barat Ukraina memicu kekhawatiran setelah kereta yang membawa sejumlah mantan pejabat tinggi Eropa disebut berada di sekitar lokasi serangan. Operator kereta api Ukraina, Ukrzaliznytsia, menduga kereta diplomatik yang ditumpangi mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan sejumlah pejabat Eropa menjadi target serangan drone Rusia.
Peristiwa itu berlangsung setelah rombongan meninggalkan Stasiun Yahodyn, Ukraina, untuk melanjutkan perjalanan menuju Polandia. Kereta diplomatik tersebut disebut sengaja diberangkatkan lebih cepat dari jadwal sebagai bagian dari pengaturan perjalanan rombongan.
Ukrzaliznytsia menyebut kereta yang membawa Johnson, mantan Perdana Menteri Swedia Carl Bildt, serta penasihat keamanan dari sejumlah negara Uni Eropa sempat melintas sekitar dua kilometer dari perbatasan Polandia.
“Sangat mungkin bahwa target sebenarnya dari drone Rusia itu adalah kereta diplomatik, yang telah berangkat dari stasiun lebih awal dari jadwal,” kata Ukrzaliznytsia dalam unggahan di Telegram, dikutip Senin (14/9/2026).
Menurut operator kereta api tersebut, drone Rusia kemudian menghantam kereta lain yang berada di kawasan sekitar perbatasan. Kereta yang terkena serangan sebelumnya telah dikosongkan sehingga tidak menimbulkan korban. Sementara rombongan diplomatik hanya menerima peringatan untuk melakukan evakuasi.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Pada saat serangan berlangsung, Johnson dan Bildt diketahui baru saja mengikuti konferensi Yalta European Strategy di Kyiv bersama sejumlah pejabat dan tokoh keamanan dari Eropa.
Mantan Direktur CIA David Petraeus juga dilaporkan berada di Stasiun Yahodyn ketika serangan terjadi. Petraeus berada dalam perjalanan menggunakan kereta berbeda sehingga tidak berada dalam kereta diplomatik yang ditumpangi Johnson dan Bildt.
Johnson kemudian memberikan tanggapan melalui akun X miliknya. Mantan perdana menteri Inggris tersebut mengecam serangan yang disebutnya menyasar lokomotif Ukraina di kawasan perbatasan Polandia.
“Saya tidak tahu logika sesat apa yang mendorong (Presiden Rusia Vladimir) Putin untuk meledakkan lokomotif Ukraina yang sedang berhenti di perbatasan Polandia pagi ini,” tulis Johnson.
Insiden tersebut terjadi ketika aktivitas militer Rusia di bagian barat Ukraina dilaporkan meningkat. Wilayah tersebut memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Polandia yang merupakan anggota NATO.
Sebelum kejadian ini, sebuah drone Rusia juga dilaporkan menghantam sebuah truk yang berada kurang dari satu kilometer dari wilayah Polandia. Insiden tersebut sempat berdampak pada operasional perlintasan Yahodyn-Dorohusk di perbatasan Ukraina-Polandia.
Meski Ukrzaliznytsia menduga kereta diplomatik merupakan sasaran sebenarnya, hingga saat ini belum terdapat kepastian independen mengenai tujuan serangan drone tersebut. Dugaan tersebut juga perlu dibedakan dari fakta bahwa drone menghantam kereta lain di kawasan yang sama.



