Jumlah Investor Pasar Modal Naik 57,96 Persen

OJK.

Minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal terus menunjukkan pertumbuhan sepanjang 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal telah mencapai 32,17 juta hingga September 2026.

Pertumbuhan tersebut terjadi cukup signifikan dalam satu bulan. Pada September 2026 saja, jumlah investor bertambah sekitar 1,03 juta secara month-to-month.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, secara year-to-date jumlah investor pasar modal telah tumbuh 57,96 persen.

“Penambahan investor tercatat sebanyak 1,03 juta di bulan September 2026 secara month-to-month, sehingga total jumlah investor telah mencapai angka 32,17 juta atau telah tumbuh 57,96 persen secara year-to-date di 2026,” kata Hasan dalam konferensi pers virtual, Senin (5/10/2026).

Menurut Hasan, peningkatan jumlah investor tersebut tidak terlepas dari penguatan ekosistem digital yang dilakukan di industri pasar modal. Digitalisasi dinilai turut mendukung semakin luasnya akses masyarakat terhadap investasi.

“Jumlah investor di pasar modal terus melanjutkan tren peningkatan signifikan sejalan dengan inisiatif penguatan ekosistem digital di industri pasar modal,” ujarnya.

Penghimpunan Dana Capai Rp186 Triliun

Di tengah pertumbuhan jumlah investor, pasar modal juga terus menjadi salah satu sumber pendanaan bagi korporasi.

OJK mencatat penghimpunan dana korporasi melalui pasar modal telah mencapai Rp186,03 triliun secara year-to-date hingga September 2026.

Selain realisasi tersebut, masih terdapat 29 rencana penawaran umum dalam pipeline dengan total nilai indikatif mencapai Rp26,47 triliun.

Penghimpunan dana juga berlangsung melalui skema securities crowdfunding (SCF). Secara agregat, nilai dana yang dihimpun melalui SCF telah mencapai Rp2,06 triliun.

Sementara itu, aktivitas di pasar keuangan derivatif mencatat volume transaksi sebesar 395.571 lot sepanjang Januari hingga September 2026.

Bursa Karbon Capai 1,98 Juta Ton CO2e

Perkembangan juga terlihat pada aktivitas bursa karbon. Hingga 30 September 2026, OJK mencatat sebanyak 160 pengguna jasa telah terdaftar.

Volume transaksi bursa karbon tercatat mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen, dengan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp93,97 miliar.

OJK masih memiliki target yang lebih tinggi untuk penghimpunan dana melalui pasar modal hingga akhir tahun. Regulator menargetkan nilai penghimpunan dana sepanjang 2026 dapat mencapai Rp250 triliun.

Hasan mengatakan, pencapaian target tersebut akan dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kondisi pasar, minat investor, serta keputusan emiten dalam menentukan waktu penerbitan dan biaya pendanaan.

“Dengan target penghimpunan dana di tahun 2026 sebesar Rp250 triliun, kami melihat realisasi hingga akhir tahun nanti akan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti dinamika pasar, minat investor, serta pertimbangan emiten dalam menentukan momentum yang tepat untuk penerbitan dan biaya pendanaan,” jelasnya.

OJK menyatakan akan terus mencermati perkembangan pasar sekaligus mendorong pemanfaatan pasar modal sebagai sumber pembiayaan. Upaya tersebut tetap diarahkan dengan memperhatikan kualitas keterbukaan informasi dan perlindungan terhadap investor.

“OJK akan terus mendorong pemanfaatan pasar modal sebagai sumber pembiayaan dengan tetap mengedepankan kualitas keterbukaan informasi dan pelindungan kepada investor,” tandas Hasan.

Tutup