Krisjiana Singgung Netizen
Krisjiana Baharudin kembali angkat bicara mengenai keputusannya menjalani vasektomi pada September 2026. Keputusan tersebut sebelumnya disampaikan sebagai bentuk dukungan kepada sang istri, Siti Badriah, setelah mempertimbangkan berbagai hal dalam kehidupan keluarga mereka.
Namun, keputusan Krisjiana tidak sepenuhnya mendapat respons positif. Sejumlah warganet justru melontarkan komentar yang mengaitkan vasektomi dengan kemungkinan dirinya melakukan perselingkuhan.
Menanggapi komentar tersebut, Krisjiana menilai anggapan itu terlalu menyederhanakan persoalan. Menurutnya, keputusan menjalani vasektomi tidak semestinya dikaitkan dengan kesetiaan seseorang dalam menjalani hubungan.
“Sesempit itu ya pikiran netizen? Maksudnya, selingkuh itu gak harus vasektomi dulu kali. Kenapa harus kepikirannya buat selingkuh? Kenapa sesimpel, setipis itu otaknya?” ujar Krisjiana Baharudin saat menjadi bintang tamu program No Secret di Trans TV.
Aktor 32 tahun itu menegaskan bahwa vasektomi merupakan keputusan yang sudah dipertimbangkan secara matang. Ia tidak mengambil keputusan tersebut secara spontan, melainkan terlebih dahulu mencari informasi dan berkonsultasi dengan orang yang dianggap memahami prosedur tersebut.
Salah satu orang yang menjadi tempat Krisjiana berkonsultasi adalah sepupunya, dr Reza Gladys. Ia menyebut suami dr Reza juga telah menjalani vasektomi sekitar lima tahun sebelumnya.
“Aku juga dikuatkan kakakku dokter Reza, suaminya, vasektomi lima tahun lalu. Aman semuanya. Jadi aku tanya langsung sama dokter, dia melakukan itu juga,” kata Krisjiana.
Menurut Krisjiana, keputusan tersebut juga berkaitan dengan cara dirinya dan Siti Badriah memandang kehidupan keluarga ke depan. Ia tidak ingin keputusan mengenai jumlah anak semata-mata didasarkan pada anggapan lama bahwa semakin banyak anak berarti semakin banyak rezeki.
Krisjiana bahkan mengaku sempat mendapat saran untuk kembali memiliki anak ketiga dengan harapan mendapatkan anak laki-laki. Namun, ia menolak pandangan tersebut karena menurutnya fokus utama orang tua bukan sekadar menambah jumlah anak.
“Sudah gak zaman banyak anak banyak rezeki. Sekarang bagaimana caranya kita mendidik anak yang baik dan benar. Menyekolahkan yang benar dan paling penting adalah bagaimana memberikan pendidikan anak yang baik,” tuturnya.
Bagi Krisjiana, jumlah anak bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah keluarga. Ia menilai tanggung jawab orang tua justru semakin besar ketika harus memastikan anak memperoleh pendidikan dan pengasuhan yang layak.
“Banyak anak, tapi gak diberikan pendidikan yang baik,” sambungnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan Krisjiana bahwa vasektomi yang dipilihnya merupakan keputusan personal dalam kehidupan rumah tangga, bukan sesuatu yang berkaitan dengan niat untuk mengubah komitmen dalam hubungan. Ia pun meminta agar keputusan tersebut tidak dipandang dari sudut yang terlalu sempit.



