Ini Cerita Lisa BLACKPINK

Lisa BLACKPINK

Lisa BLACKPINK mengungkap sisi lain dari perjalanan membangun karier solonya melalui dokumenter terbaru bertajuk Always Lalisa. Dalam film tersebut, Lisa memperlihatkan pengalaman ketika harus beradaptasi dengan lingkungan kreatif yang berbeda dari kebiasaannya selama berkarier bersama BLACKPINK.

Salah satu tantangan yang dirasakan Lisa adalah ketika dirinya harus bekerja dengan produser dan penulis lagu baru di luar Korea. Situasi tersebut membuat penyanyi asal Thailand itu merasa berada di luar zona nyaman.

“Ketika saya berada di Korea, saya hanya bekerja dengan satu produser selama bertahun-tahun. Namun, untuk pertama kalinya, saya harus mencari produser dan penulis lagu sendiri di luar Korea. Saya merasa keluar dari zona nyaman saya,” ujar Lisa dalam trailer Always Lalisa, seperti dikutip dari Billboard, Senin (5/10).

Dokumenter tersebut mengikuti perjalanan Lisa ketika mulai mengembangkan karier di luar aktivitasnya bersama BLACKPINK. Kamera merekam proses kreatifnya sejak menulis dan merekam materi musik hingga merilis album solo debut, Alter Ego.

Tak hanya soal musik, Always Lalisa juga menampilkan sejumlah momen penting dalam perjalanan karier Lisa, termasuk debut aktingnya melalui musim ketiga serial HBO The White Lotus serta persiapannya menghadapi penampilan solo di Coachella 2025.

Dalam trailer terbaru yang disutradarai Sue Kim, Lisa terlihat berada di studio bersama sejumlah nama baru dalam proses produksi musiknya. Salah satunya adalah produser sekaligus penulis lagu asal Inggris, Sammy Soso.

Soso mengisahkan bagaimana Lisa bersikap cukup pendiam ketika pertama kali mereka bertemu dan bekerja bersama di studio. Lisa disebut masih merasa sungkan untuk berbicara secara langsung karena belum terbiasa bekerja dengan orang-orang tersebut.

Pengalaman serupa juga terlihat ketika Lisa bekerja bersama Kuk Harrell, produser vokal yang sebelumnya pernah menangani sejumlah musisi internasional, termasuk Rihanna dan Beyoncé. Harrell mengungkapkan bahwa Lisa mengatakan dirinya belum terbiasa bekerja dengan produser vokal dari luar tim yang selama ini menangani BLACKPINK.

“Jadi saya berkata, baiklah, mari kita langsung masuk dan lihat apa yang kita dapatkan,” kata Harrell kepada Lisa.

Bagi Lisa, proses tersebut bukan sekadar mencari suara yang sesuai untuk karya solonya. Ia juga harus membangun kepercayaan diri ketika berada di tengah tim kreatif baru dan menunjukkan kemampuan vokalnya kepada orang-orang yang belum lama dikenalnya.

“Saya rasa saya kurang percaya diri,” ujar Lisa.

Momen tersebut menjadi salah satu sisi personal yang ingin ditampilkan melalui Always Lalisa. Dokumenter ini tidak hanya memperlihatkan aktivitas Lisa sebagai bintang K-pop global, tetapi juga proses adaptasinya ketika harus mengambil keputusan kreatif secara lebih mandiri di luar grup.

Always Lalisa dijadwalkan tayang secara terbatas di IMAX dan sejumlah bioskop di berbagai negara pada 12 Oktober. Setelah penayangan di bioskop, dokumenter tersebut juga akan tersedia secara eksklusif melalui YouTube Premium pada akhir tahun ini.

Berita Lainnya

Tutup