Jennie BLACKPINK Kena Imbas

Jannie BLACKPINK.

Jennie BLACKPINK ikut mendapat sorotan setelah Adidas menghadapi kontroversi terkait kampanye lokalnya di Israel. Desakan dari sejumlah penggemar dan warganet internasional agar Jennie mengakhiri kerja sama dengan merek olahraga tersebut bermunculan di media sosial.

Sorotan itu muncul justru ketika Jennie tengah memasuki babak baru dalam hubungannya dengan Adidas. Setelah beberapa tahun menjadi model dan ambassador, Jennie kini terlibat langsung sebagai co-designer melalui koleksi bertajuk “adidas Originals by JENNIE”.

Sejumlah komentar bernada protes terlihat pada unggahan Jennie mengenai koleksi tersebut. Pesan seperti “Boycott Adidas” dan “Free Palestine” ikut memenuhi kolom komentar, dengan sebagian pengguna meminta penyanyi asal Korea Selatan itu mempertimbangkan kembali kerja samanya dengan Adidas.

Koleksi terbaru tersebut diluncurkan secara global pada 1 September 2026. Menurut Adidas, proyek itu mengusung konsep “Functional Grace” dan menghadirkan berbagai produk, mulai dari pakaian, alas kaki hingga aksesori, termasuk interpretasi baru dari siluet Superstar.

Bagi Jennie, kolaborasi tersebut menjadi langkah berbeda dibandingkan kerja samanya sebelumnya dengan Adidas. Ia tidak hanya tampil sebagai wajah kampanye, tetapi ikut terlibat dalam proses kreatif sebagai co-designer. Proyek tersebut juga disebut telah dipersiapkan selama sekitar satu tahun.

Di tengah peluncuran koleksi itu, Adidas justru menghadapi kritik terkait kampanye lokal program Single Shoe di Israel. Program tersebut merupakan layanan yang memungkinkan konsumen membeli satu sepatu dengan harga sekitar setengah dari harga sepasang, termasuk bagi orang yang hanya membutuhkan satu sepatu akibat kondisi tertentu seperti amputasi.

Kontroversi muncul setelah Adidas menampilkan Shalev Biton, seorang mantan tentara Israel yang kehilangan salah satu kakinya, dalam materi promosi lokal program tersebut. Pemilihan sosok tersebut kemudian dikritik oleh aktivis pro-Palestina dan sejumlah kelompok yang menyoroti isu hak asasi manusia.

Kritik terhadap kampanye tersebut kemudian berkembang menjadi seruan boikot terhadap Adidas. Karena Jennie memiliki hubungan komersial yang cukup kuat dengan perusahaan tersebut, gelombang protes akhirnya turut diarahkan kepada sang penyanyi.

Meski demikian, tidak terdapat informasi yang menunjukkan Jennie terlibat dalam kampanye Single Shoe di Israel yang menjadi sumber kontroversi. Kolaborasi “adidas Originals by JENNIE” juga merupakan proyek berbeda dari kampanye lokal yang dipersoalkan tersebut.

Adidas kemudian merespons kritik dengan menyampaikan permintaan maaf. Perusahaan mengakui materi promosi yang digunakan dalam kampanye lokal tersebut telah menimbulkan kekhawatiran dan reaksi dari sejumlah pihak.

Adidas menyatakan tidak bermaksud menyinggung maupun menimbulkan ketidaknyamanan. Perusahaan juga kembali menegaskan komitmennya terhadap nilai inklusivitas.

Sementara itu, Jennie hingga kini belum memberikan pernyataan terkait desakan sebagian penggemar yang meminta dirinya meninggalkan Adidas. Belum diketahui pula apakah kontroversi tersebut akan memengaruhi kelanjutan kerja sama Jennie dengan perusahaan olahraga tersebut.

Situasi ini membuat posisi Jennie ikut menjadi perhatian karena kolaborasi terbarunya memiliki keterlibatan kreatif yang lebih besar dibandingkan kerja sama sebelumnya. Publik kini menunggu apakah Jennie akan memberikan respons terhadap tuntutan tersebut atau tetap melanjutkan proyeknya bersama Adidas.

Berita Lainnya

Dodhy Singgung “Kezaliman”

Muhamad Noer Hikam
0
23310a5045a044e2ade0b7acd35169eb

Kangen Band Bubar?

Muhamad Noer Hikam
0
cbff6075a88c4c289e90bc36294570d3 Sedang

Ruben Onsu Buka Suara

Muhamad Noer Hikam
0
44452f43f88e41c18c489d6fbcac8529
Tutup