Dua Pendaki Hipotermia di Wonosobo, Ini Kronologinya

Dua pendaki wanita dilaporkan mengalami hipotermia.

Dua pendaki wanita dilaporkan mengalami hipotermia saat melakukan pendakian di Gunung Kembang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Keduanya mendapat pertolongan dari tim penyelamat setelah disebut tidak membawa mantel untuk menghadapi suhu dingin di kawasan gunung.

Berdasarkan informasi dalam pemberitaan yang beredar pada Selasa (27/10/2026), proses evakuasi melibatkan delapan personel Tim Rescue Lengkong. Petugas melakukan penanganan awal sebelum membawa kedua pendaki turun untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Dalam proses penyelamatan, tim terlebih dahulu mengganti pakaian korban yang diduga basah atau tidak lagi memberikan perlindungan memadai dari suhu dingin. Langkah ini dilakukan untuk membantu mengurangi risiko kehilangan panas tubuh.

Petugas kemudian membungkus kedua pendaki menggunakan emergency blanket atau selimut darurat berbahan aluminium. Perlengkapan tersebut membantu mempertahankan panas tubuh selama proses penanganan dan evakuasi.

Setelah mendapatkan pertolongan awal, kedua pendaki ditandu turun gunung oleh tim penyelamat. Informasi mengenai kondisi terkini keduanya belum disebutkan dalam keterangan yang menjadi dasar pemberitaan ini.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi para pendaki untuk mempersiapkan perlengkapan secara matang sebelum beraktivitas di alam terbuka. Suhu dingin, perubahan cuaca, serta pakaian yang tidak sesuai dengan kondisi medan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk hipotermia.

Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh turun di bawah batas normal sehingga tubuh kesulitan mempertahankan panas. Kondisi ini dapat mengancam keselamatan apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, pendaki perlu membawa perlengkapan yang sesuai dengan kondisi cuaca dan medan, seperti pakaian hangat, jaket pelindung, jas hujan atau mantel, serta perlengkapan darurat. Kondisi fisik, perbekalan, dan rencana perjalanan juga perlu diperhitungkan sebelum memulai pendakian.

Mendaki gunung bukan sekadar soal keberanian, penampilan, atau mengikuti tren di media sosial. Persiapan dan pemahaman terhadap risiko menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun anggota rombongan.

Keinginan menikmati pemandangan atau mengabadikan momen selama perjalanan seharusnya tidak membuat pendaki mengabaikan faktor keselamatan. Ketika keadaan darurat terjadi, proses penyelamatan membutuhkan tenaga, waktu, dan sumber daya dari petugas.

Insiden di Gunung Kembang ini kembali menegaskan pentingnya mengutamakan keselamatan dalam setiap pendakian. Perlengkapan yang memadai dan persiapan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko saat menghadapi kondisi alam yang tidak menentu.

Tutup