Mengenal Suthida, Ratu Thailand yang Mahir Menerbangkan Pesawat

Suthida.

Ratu Thailand Suthida Bajrasudhabimalalakshana menjadi perhatian setelah dilaporkan menerbangkan sendiri pesawat Boeing 737 milik kerajaan dalam perjalanan pulang pergi antara Thailand dan Jepang. Istri Raja Maha Vajiralongkorn itu disebut mengemudikan pesawat yang membawa dirinya bersama delegasi kerajaan setelah menyelesaikan kunjungan selama delapan hari di Jepang.

Mengutip laporan VnExpress, Senin (26/10/2026), Suthida mengakhiri kunjungannya pada 22 Oktober 2026. Selama berada di Negeri Sakura, perempuan berusia 48 tahun tersebut menjalankan sejumlah agenda sebagai Duta Global Federasi Hoki Es Internasional (IIHF).

Di Sapporo, Hokkaido, Suthida menghadiri kegiatan untuk mempromosikan hoki es putri. Ia juga bertemu dengan para atlet dan menyerahkan penghargaan dalam Kejuaraan Hoki Es Putri Asia IIHF 2027.

Setelah rangkaian agenda selesai, Suthida dan delegasi bersiap kembali ke Bangkok melalui bandara di Hokkaido. Dalam penerbangan tersebut, ia dilaporkan mengambil alih kendali Boeing 737 kerajaan dan bertindak sebagai pilot utama.

Pesawat itu menempuh perjalanan sekitar delapan jam sebelum mendarat di Bandara Militer Don Mueang, Bangkok.

Penerbangan tersebut disebut bukan pengalaman pertamanya menerbangkan pesawat kerajaan dalam perjalanan ke Jepang. Suthida juga dilaporkan menerbangkan delegasi Thailand menuju negara itu pada 14 Oktober 2026.

Saat tiba di Jepang, petugas bandara dikabarkan terkejut melihat Suthida keluar dari kokpit. Ia juga dilaporkan mengemudikan kendaraan sendiri menuju hotel di Sapporo.

Mantan Pramugari dengan Ribuan Jam Terbang

Kemampuan Suthida di dunia penerbangan berkaitan dengan pengalaman profesionalnya sebelum menjadi bagian dari keluarga kerajaan Thailand. Ia pernah bekerja sebagai pramugari di dua maskapai sebelum beralih ke bidang pengamanan kerajaan.

Berdasarkan biografi yang diterbitkan Departemen Hubungan Masyarakat Pemerintah Thailand, Suthida menempuh pendidikan di Universitas Assumption, Bangkok, dan meraih gelar sarjana seni komunikasi pada 2000.

Setelah lulus, ia bekerja sebagai pramugari di JALways, perusahaan afiliasi Japan Airlines, pada 2000 hingga 2003. Kariernya kemudian berlanjut di Thai Airways International sampai 2008.

Suthida selanjutnya memasuki lingkungan pengamanan kerajaan. Di tengah perjalanan karier tersebut, ia juga terus mengembangkan kemampuan penerbangannya hingga memperoleh lisensi Airline Transport Pilot Licence (ATPL).

Menurut laporan Thairath, Suthida mulai mengikuti pelatihan penerbangan pada 13 Mei 2010 menggunakan pesawat T-41D. Sejak saat itu, ia dilaporkan mengumpulkan lebih dari 1.188 jam terbang dengan berbagai jenis pesawat.

Pesawat yang pernah diterbangkannya antara lain Cessna T-41, CT-4E Airtrainer, Pilatus PC-9, Mooney M-20M, Piper PA-34 Seneca, serta Boeing 737-400 dan Boeing 737-800.

Pengalamannya juga mencakup pelatihan menggunakan jet tempur JAS 39C Gripen milik Angkatan Udara Kerajaan Thailand. Pada awal Oktober 2026, Suthida dilaporkan menyelesaikan penerbangan pelatihan dengan pesawat tempur buatan Saab, perusahaan pertahanan asal Swedia.

Perjalanan Suthida hingga Menjadi Ratu Thailand

Suthida lahir pada 3 Juni 1978 di Distrik Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand selatan. Sebelum dikenal sebagai anggota keluarga kerajaan, ia bernama Suthida Tidjai.

Perjalanan kariernya dimulai dari sektor penerbangan sipil. Setelah bekerja sebagai pramugari, ia bergabung dengan unit pengamanan kerajaan dan kemudian menempati sejumlah posisi penting.

Reuters melaporkan bahwa sebelum diangkat menjadi ratu, Suthida pernah menjabat sebagai wakil komandan unit pengawal pribadi Raja Maha Vajiralongkorn.

Pada Desember 2016, ia diangkat menjadi jenderal Angkatan Darat Kerajaan Thailand. Setahun kemudian, Suthida menduduki posisi wakil komandan Komando Pengamanan Kerajaan.

Perjalanan kariernya berlanjut hingga ia menikah dengan Raja Maha Vajiralongkorn pada 1 Mei 2019. Pernikahan tersebut berlangsung di Istana Amphorn Sathan, Bangkok, dan diumumkan melalui kanal resmi kerajaan.

Beberapa hari kemudian, tepatnya 4 Mei 2019, Raja Maha Vajiralongkorn menjalani upacara penobatan sebagai Raja Rama X. Suthida pun menyandang gelar ratu.

Sejak saat itu, ia menjalankan berbagai tugas resmi kerajaan, baik di Thailand maupun dalam kunjungan ke luar negeri. Biografi resmi pemerintah Thailand juga menyebutkan keterlibatannya dalam mendukung pelestarian seni, kerajinan tradisional, dan kebudayaan nasional, termasuk promosi kain sutra khas Thailand.

Latar belakang sebagai mantan pramugari, pengalaman panjang di dunia penerbangan, serta perjalanan karier di bidang militer dan kerajaan membuat Suthida memiliki profil yang tidak biasa. Kemampuannya menerbangkan pesawat Boeing 737 pun kembali menjadi sorotan dalam kunjungan terbarunya ke Jepang.

Tutup