Dewi Perssik Serahkan Bukti

Dewi Perssik 

Pedangdut Dewi Perssik resmi melaporkan dugaan pencatutan identitas dan penyalahgunaan namanya di media sosial ke Polda Metro Jaya.

Penyanyi yang akrab disapa Depe itu bahkan telah memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan berita acara pemeriksaan (BAP) terkait laporan tersebut. Dalam proses pemeriksaan, ia didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin.

Usai menjalani pemeriksaan, Sandy menegaskan kliennya tidak membuka ruang damai bagi pelaku. Menurutnya, kasus serupa sudah berulang kali dialami Dewi Perssik sehingga langkah hukum dianggap perlu ditempuh secara tegas.

“Soalnya aku udah kesel. Enggak ada (damai), ini kata Bang Sandy. Karena udah bolak-balik udah, kita udah itikad baik, bicara baik-baik udah. Tapi kayaknya memang selalu memaafkan akhirnya dimanfaatkan,” ujar Dewi Perssik.

Pemilik nama asli Dewi Murya Agung itu mengaku sudah kehilangan kesabaran lantaran berkali-kali menjadi korban hoaks serta penyalahgunaan identitas di media sosial.

Ia menilai proses hukum perlu dilanjutkan agar memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang selama ini menggunakan akun anonim untuk menyebarkan informasi atau tindakan merugikan.

“Ini waktunya saya untuk tidak—bukan tidak kasihan, bukan merasa arogan—tetapi ini memberikan pelajaran aja supaya tidak terjadi hal yang seperti ini lagi. Enggak ada kata maaf, udah biar berproses lancar,” lanjutnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, Dewi mengaku mendapat sekitar 23 pertanyaan dari penyidik terkait kronologi kejadian serta bukti-bukti yang dimiliki.

“Iya, tadi ada sekitar 23 pertanyaan. Alhamdulillah sudah selesai semua. Terus juga semuanya saya mau ucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang sigap, yang sat-set untuk urusin masalah ini,” katanya.

Sementara itu, Sandy Arifin menyebut pihaknya telah menyerahkan sejumlah barang bukti kepada penyidik untuk memperkuat laporan kliennya.

Menurut Sandy, bukti yang diserahkan berupa tangkapan layar akun media sosial hingga beberapa video yang diduga berkaitan dengan kasus pencatutan identitas tersebut.

“Tadi beberapa capture-an yang sudah kita sampaikan tadi di penyidik. Juga ada beberapa video. Nanti sisanya akan kita lengkapi,” tutur Sandy.

Tutup