Cek Fakta! Aktivis HMI Ini Ungkap Musda KNPI Kota Bekasi 2025 Sudah Sesuai AD/ART

mantan Sekertaris Umum HMI Cabang Bekasi, Syahridin.

Perhelatan musyawarah daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) setiap Kota atau Kabupaten selalu hal menjadi sorotan publik para pemuda.

Salah satunya di Kota Bekasi, proses perjalanan musda KNPI Kota Bekasi ini dinilai sungguh komplitede persoalannya, gemuruh semangat para pemuda Kota Bekasi hampir semua ikut merayakan.

Dengan demikian, hal itu disampaikan mantan Sekertaris Umum HMI Cabang Bekasi, Syahridin, dirinya mengatakan dari fenomena ini selayaknya para pendukung yang mendukung jagoannya masing-masing selalu memberikan yang terbaik bagi jagoannya pada calon ketua.

“Kalah menang adalah hal yang wajar, tapi yang terpenting dari demokrasi yang baik adalah sama-sama saling menerima dan memberi dengan sikap yang sportif. Semua demi pemuda kota bekasi yang lebih baik lagi kedepannya,” kata dia dalam keterangan tertulisnya kepada terkenalcoid pada Jum’at (23/1/2025).

“Saya sedikit bercerita terkait perjalanan Musda KNPI Kota Bekasi yang sudah berlalu, semoga berguna bagi teman-teman yang belum memahami dan belum mengetahui tentang proses perjalanan ini,” sambung dia.

Lebih lanjut, kata Syahridin, dalam proses perjalanan Musda KNPI dengan lancar dari pendaftaran (16/12/2024) hingga verifikasi, semua kandidat menjalankan prosesnya dengan baik dan adil.

Sehingga, terjadi sedikit problem pada pleno ke IV (20/12/24) yang saya sendiri bingung terhadap adanya problem itu, yang seharusnya problem itu sudah tidak ada karena telah melewati proses Verifikasi SC maupun OC bahkan telah keluar Rilis Resmi dari SC terkait jumlah kandidat (15/12/2024).

“Akhirnya peroses forum Musda selalu berputar pada persoalan yang ada pada pleno IV yang seharusnya itu tidak menjadi persoalan. Hingga dikarenakan proses forum Musda yang kian mengulur waktu dan selalu tidak kondusif maka KNPI Jawa Barat mengambil Alih proses Musda tersebut (carateker) untuk di pindahkan ke Jawa Barat yaitu di Bandung,” ungkapnya.

“Dalam proses Musda yang telah di ambil alih oleh Jawa Barat pun mulai berjalan, kami salah satunya, saya yang juga ketua OKP mengikuti perosesnya. Karena adanya pemberitahuan dari KNPI Jawa Barat untuk verifikasi OKP maka saya ikut mengirim berkas OKP dan mandat saya ke Jawa Barat, sebab kalau saya tidak kirim maka OKP saya tidak akan lolos verifikasi,” sambung dia lagi.

Lalu, Syahridin berujar, saat itu carateker pun mengumumkan untuk membuka pendaftaran kembali bagi calon Ketua KNPI Kota Bekasi di Bandung. Dirinya juga mengawal kandidat untuk mempersiapkan berkas bagian dari syarat pendaftaran kembali di Bandung.

“Namun karena satu dan lain hal akhirnya kami memutuskan untuk Legowo dan lapang dada untuk tidak melanjutkan pencalonan, dan menyerahkan semua OKP kami, kepada saudari Adelia karena hanya dia yang mendaftarkan diri sebagai Calon KNPI Kita Bekasi,” tuturnya.

Setelah itu, proses Musda yang di carateker pun berjalan sebagaimana mestinya, rilis nama-nama OKP yang lolos verifikasi hingga jadwal penyelenggaraan Musda di Bandung dan informasikan oleh tim carateker yang beredar di Group-group OKP masing-masing.

“Kemudianx tibalah hari H pembukaan Musda di Bandung (20/01/25), semua berjalan sesuai dengan aturan Musda yang ada, hak tertinggi diserahkan kepada forum Musda yang mana dihadiri 127 OKP dan 3 DPK KNPI, dikarenakan hanya ada satu calon ketua KNPI Kota Bekasi hanya satu maka sudah dipastikan kemenangan tersebut bersifat Aklamasi dan itu sah menurut aturan Organisasi,” ungkapnya.

“Saya Syahriddin selaku mantan Sekretaris Umum HMI Cabang Bekasi, yang mana HMI adalah Organisasi yang taat terhadap Aturan AD/ART nya, dan saya sebagai mantan sekretaris umum paham betul terkait aturan-aturan organisasi,” tegasnya.

Dirinya menjamin dan memastikan terpilihnya Adelia adalah perjalanan yang SAH dan tidak ada cacat Konstitusi satupun.

“Adelia mengikuti dan patuh terhadap aturan yang ada, hanya kita saja yang malas untuk mengikuti peraturan dan hanya ingin menikmati hasil,” pungkasnya.

Tutup