Bursa Asia Dibuka Menguat, Kospi Naik 2,54 Persen
Bursa saham Asia-Pasifik mayoritas dibuka menguat pada perdagangan Jumat (14/8/2026), mengikuti penguatan pasar saham Amerika Serikat (AS) pada sesi sebelumnya.
Penguatan terutama terlihat di pasar saham Jepang dan Korea Selatan, dengan sektor teknologi dan semikonduktor menjadi salah satu pendorong utama kenaikan.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik lebih dari 0,75 persen pada pembukaan perdagangan. Sementara indeks Topix tercatat menguat 0,23 persen.
Penguatan lebih besar terjadi di Korea Selatan. Kospi melonjak 2,54 persen, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 1,10 persen.
Namun, tidak seluruh bursa kawasan bergerak positif. Indeks acuan Australia S&P/ASX 200 justru turun 0,63 persen pada awal perdagangan.
Saham Teknologi Asia Menguat
Kinerja positif sektor teknologi Amerika Serikat turut memberikan sentimen terhadap saham-saham teknologi Asia.
Di Jepang, SoftBank Group menjadi salah satu saham yang mencatat kenaikan signifikan dengan menguat 5,08 persen. Saham Advantest naik 4,02 persen, sementara produsen chip memori Kioxia menguat 3,87 persen.
Saham Tokyo Electron juga bergerak positif dengan kenaikan 2,13 persen.
Di Korea Selatan, sektor semikonduktor turut menjadi motor penguatan bursa. Saham SK Hynix melonjak lebih dari 6 persen, sedangkan Samsung Electronics menguat 2,05 persen.
Kenaikan saham-saham tersebut menunjukkan sentimen positif terhadap sektor teknologi masih berlanjut setelah penguatan saham teknologi di Wall Street.
Meski demikian, pergerakan saham teknologi Asia masih dibayangi volatilitas. Bursa Korea Selatan, yang memiliki eksposur besar terhadap industri semikonduktor, dalam beberapa sesi terakhir bergerak cukup fluktuatif, termasuk mengalami perubahan tajam antara kenaikan menuju level tertinggi dan koreksi.
Pergerakan pasar selanjutnya akan menjadi perhatian investor untuk melihat apakah penguatan saham teknologi Asia dapat berlanjut atau kembali menghadapi tekanan profit taking.



