Bagaimana badai terbentuk dengan siklon dan topan?
[ad_1]
PENJELASAN
Dengan berlangsungnya musim badai tahun ini, Al Jazeera memvisualisasikan perbedaan antara berbagai sistem badai.
Badai Beryl, badai paling awal yang tercatat mencapai kekuatan Kategori 5 di musim Atlantik, sedang bergerak menuju Jamaika setelah menghantam Karibia tenggara, menewaskan sedikitnya enam orang dan meninggalkan kerusakan yang meluas.
Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) memperkirakan ada peluang 85 persen bahwa musim badai tahun ini akan lebih aktif dari biasanya, terutama disebabkan oleh kondisi La Nina dan suhu laut yang lebih hangat dari rata-rata.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menerbitkan daftar nama menurut abjad untuk siklon tropis yang akan datang.
Apa perbedaan antara badai, siklon, dan topan?
Badai, siklon, dan topan pada dasarnya adalah hal yang sama.
Ketiganya merupakan sistem badai dengan kecepatan angin melebihi 119 km/jam (74 mil/jam). Namanya berbeda-beda, tergantung di mana badai itu terjadi.
Badai: Terjadi di Samudra Atlantik Utara dan Pasifik Timur Laut, sering kali memengaruhi Pantai Timur Amerika Serikat dan Karibia. Kekuatan badai diukur pada skala angin dari 1 hingga 5. Badai Kategori 1 akan membawa angin berkecepatan 119-153 km/jam (74-95 mph) sedangkan badai Kategori 5 dapat melebihi 252 km/jam (157 mph).
Topan: Terjadi di Samudra Pasifik bagian barat laut, sering melanda Filipina dan Jepang. Musim topan paling sering terjadi antara bulan Mei hingga Oktober, tetapi dapat terbentuk sepanjang tahun. Kekuatan topan memiliki berbagai skala klasifikasi dengan badai yang paling parah disebut “topan super”.
Siklon: Terjadi di Pasifik Selatan dan Samudra Hindia, sering kali memengaruhi negara-negara dari Australia hingga Mozambik. Musim siklon biasanya terjadi antara bulan November dan April.
Bagaimana badai tropis terbentuk?
Badai tropis terbentuk di atas perairan laut yang hangat di dekat khatulistiwa. Saat udara hangat ini naik, terbentuklah area bertekanan udara rendah. Saat udara mendingin lagi, udara tersebut didorong ke samping oleh udara hangat yang naik di bawahnya. Siklus ini menyebabkan angin kencang dan hujan.
Ketika siklus ini memperoleh momentum dan menguat, maka akan terbentuk badai tropis. Karena sistem badai berputar semakin cepat, mata badai terbentuk di bagian tengah. Mata badai sangat tenang dan jernih serta memiliki tekanan udara yang sangat rendah.
Bila kecepatan angin mencapai 63 km/jam (39 mil/jam), badai tersebut disebut badai tropis. Bila kecepatan angin mencapai 119 km/jam (74 mil/jam), badai tersebut berubah menjadi siklon tropis, topan, atau badai topan.
[ad_2]
Sumber: aljazeera.com




