Astra Diminta Sisihkan Laba untuk Dana Dekarbonisasi

Astra

Penggerak Milenial Indonesia (PMI) mendesak PT Astra International Tbk meningkatkan transparansi lingkungan dengan membuka data emisi karbon Scope 3 dari seluruh kendaraan yang dipasarkan. Organisasi tersebut juga mengusulkan agar sebagian laba bersih perusahaan dialokasikan untuk mendukung pembentukan Dana Dekarbonisasi Publik.

Koordinator PMI, Amin Rois Hasrullah, menilai industri otomotif selama ini memperoleh keuntungan besar dari penjualan kendaraan, sementara dampak lingkungan dan sosial akibat meningkatnya jumlah kendaraan bermotor lebih banyak ditanggung masyarakat.

“Perusahaan otomotif memperoleh keuntungan dari penjualan jutaan kendaraan, sementara masyarakat harus menanggung dampak berupa kemacetan, penurunan kualitas udara, serta kerugian ekonomi yang sangat besar. Kondisi ini membutuhkan tanggung jawab yang lebih besar dari korporasi maupun pemerintah,” ujar Rois dalam keterangannya.

Menurut PMI, pelaporan emisi karbon perusahaan otomotif selama ini masih didominasi data emisi Scope 1 dan Scope 2. Padahal, emisi Scope 3 yang berasal dari penggunaan kendaraan oleh konsumen dinilai menjadi penyumbang terbesar jejak karbon industri tersebut.

Atas dasar itu, PMI meminta Astra melakukan audit lingkungan secara independen terhadap emisi Scope 3 dan mempublikasikan hasilnya kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas perusahaan.

Selain mendorong keterbukaan data, PMI mengusulkan agar Astra menyisihkan sekitar 2 hingga 5 persen laba bersih setiap tahun untuk Dana Dekarbonisasi Publik. Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan transportasi umum rendah emisi, perluasan jalur sepeda, peningkatan fasilitas pejalan kaki, serta berbagai program pengurangan emisi karbon di kawasan perkotaan.

PMI juga meminta pemerintah, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Keuangan, memperkuat kebijakan pengendalian emisi sektor otomotif melalui regulasi berbasis emisi kendaraan dan evaluasi distribusi kendaraan bermotor di kota-kota yang telah mengalami tingkat kemacetan tinggi.

“Harapan kami, aksi ini menjadi momentum bagi korporasi dan pemerintah untuk meningkatkan transparansi, memperkuat akuntabilitas lingkungan, serta menghadirkan kebijakan transportasi yang lebih berkelanjutan,” kata Rois.

PMI menyatakan akan terus melakukan advokasi secara konstitusional apabila tuntutan tersebut tidak memperoleh respons dari pihak terkait.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari PT Astra International Tbk terkait desakan tersebut.

Tutup