Analis Politik Nilai PSI Belum Mampu Bersaing dengan Partai Besar
Analis politik Saiful Huda Ems melontarkan kritik terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan kepemimpinan Ketua Umumnya, Kaesang Pangarep. Menurutnya, PSI hingga kini belum mampu menunjukkan posisi yang kuat dalam persaingan politik nasional.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (19/7/2026), Saiful mengibaratkan PSI sebagai petinju yang belum pernah menghadapi lawan dari kelompok papan atas.
“Ibarat petinju, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) selain tidak pernah juara juga tidak pernah duel dengan para petinju kelas berat,” ujar Saiful.
Ia juga menilai eksistensi PSI di ruang publik lebih banyak terlihat melalui atribut kampanye dibandingkan kekuatan organisasinya di lapangan.
“Spanduk, pamflet dan baliho-balihonya lebih banyak dari kader-kader partainya,” katanya.
Saiful turut menyoroti latar belakang Kaesang Pangarep sebagai ketua umum. Menurutnya, putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu belum memiliki pengalaman memimpin organisasi sebelum dipercaya memimpin PSI.
“Kaesang menjadi ketua umum dari hasil kongkow-kongkow beberapa gelintir orang pengurusnya,” ucapnya.
Selain mengkritik kepemimpinan Kaesang, Saiful juga menyinggung persoalan yang disebutnya membayangi PSI, termasuk kondisi keuangan partai. Ia menyebut PSI memiliki beban utang yang besar, meski tidak menyertakan data maupun bukti pendukung atas klaim tersebut.
“Kaesang sedang terlilit utang triliunan rupiah yang tentu tidak mudah untuk dikembalikan,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Saiful juga mengkritik Sekretaris Jenderal PSI yang juga menjabat Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Ia menyinggung isu yang disebut sebagai kasus “amplop” serta menilai kementerian belum optimal dalam menangani persoalan kerusakan hutan.
Tak hanya itu, Saiful kembali menyinggung Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang kini menjabat sebagai Pembina PSI. Ia mengaitkan Jokowi dengan polemik mengenai ijazah Universitas Gadjah Mada (UGM) yang masih menjadi perdebatan di ruang publik.
Pernyataan Saiful Huda Ems tersebut merupakan pandangan pribadi sebagai analis politik. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari PSI, Kaesang Pangarep, Raja Juli Antoni, maupun Joko Widodo terkait kritik yang disampaikan tersebut.




