Alumni HMI Mulai Warnai Dinamika Musda Golkar Kota Bekasi

Ilustrasi bendera Partai Golkar. Foto: Istimewa

Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Bekasi 2026, dinamika internal partai mulai menghangat. Sejumlah nama disebut masuk dalam pembicaraan terkait bursa kepemimpinan DPD Partai Golkar Kota Bekasi, sementara komunikasi antarkader terus berlangsung menuju forum organisasi tersebut.

Dalam dinamika itu, keberadaan kader Partai Golkar yang memiliki latar belakang sebagai alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) turut menjadi perhatian. Pengalaman organisasi serta jejaring yang dimiliki para alumni HMI dinilai dapat menjadi salah satu unsur yang berkontribusi terhadap penguatan konsolidasi internal partai.

Pengurus DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Madani Ahmad, mengatakan alumni HMI yang kini menjadi kader Golkar merupakan bagian dari elemen internal partai yang memiliki pengalaman dalam mengelola organisasi.

Menurut Madani, setiap kader yang memenuhi persyaratan organisasi memiliki ruang untuk terlibat dalam dinamika Musda, termasuk apabila ingin ikut dalam proses kontestasi kepemimpinan.

“Alumni HMI dan kader Golkar Kota Bekasi merupakan bagian dari kekuatan organisasi yang memiliki pengalaman serta jejaring. Tentu ini bisa menjadi energi untuk memperkuat konsolidasi dan memberikan gagasan bagi Partai Golkar Kota Bekasi ke depan,” ujar Madani.

Ia menegaskan, keberadaan alumni HMI di lingkungan Partai Golkar tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan posisi kepemimpinan. Para kader tersebut juga memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan serta berkontribusi terhadap kerja organisasi, baik sebelum maupun setelah Musda berlangsung.

Sejumlah kader Partai Golkar Kota Bekasi yang disebut memiliki latar belakang alumni HMI antara lain Komarudin, H. Edi, Tarsono Iday, Madani Ahmad, Ahmad Nurdin, Damara Aris, Reynaldi, dan Suryadi. Mereka merupakan bagian dari kader yang memiliki pengalaman organisasi dan kini berkiprah di lingkungan Partai Golkar Kota Bekasi.

Sebelumnya, Tarsono Iday juga menekankan pentingnya menjaga soliditas alumni HMI yang berada di tubuh Partai Golkar. Menurutnya, keberadaan alumni HMI harus diarahkan untuk ikut menyukseskan Musda sekaligus tetap membawa perhatian terhadap kepentingan masyarakat Kota Bekasi.

“Alumni HMI yang berada di dalam Golkar harus solid dalam menyukseskan Musda. Tetapi yang tidak kalah penting, kita juga harus tetap mengawal kepentingan masyarakat Kota Bekasi,” kata Iday.

Madani menilai Musda tidak seharusnya hanya dipandang sebagai forum untuk menentukan sosok yang akan memimpin DPD Partai Golkar Kota Bekasi. Forum tersebut juga menjadi ruang evaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun agenda partai untuk periode berikutnya.

Dalam konteks tersebut, kader dengan latar belakang organisasi kemahasiswaan dapat mengambil peran melalui penguatan kaderisasi, konsolidasi internal, serta komunikasi dengan masyarakat. Namun, seluruh proses tetap harus mengikuti mekanisme dan ketentuan organisasi Partai Golkar.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Uri Huryati, sebelumnya menyampaikan bahwa pelaksanaan Musda masih dalam tahap persiapan. Waktu pelaksanaan belum ditentukan secara pasti, tetapi agenda tersebut tetap menjadi bagian dari mekanisme organisasi partai.

Seiring persiapan Musda, sejumlah nama juga mulai disebut berpotensi masuk dalam dinamika kontestasi Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi. Nama yang muncul antara lain Ade Puspitasari, Ranny Fahd A Rafiq, Nofel Saleh Hilabi, dan Faisal. Namun, proses pencalonan resmi tetap bergantung pada tahapan serta mekanisme yang berlaku dalam Musda.

Madani mengatakan dinamika menjelang Musda merupakan bagian dari proses organisasi. Karena itu, perbedaan pandangan maupun pilihan dalam forum tersebut diharapkan tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu soliditas kader setelah kepemimpinan baru terbentuk.

“Yang paling penting setelah Musda adalah bagaimana seluruh kader kembali bersama-sama menjalankan agenda organisasi. Kontestasi merupakan bagian dari proses, sementara konsolidasi dan kerja partai harus terus berjalan,” ujarnya.

Tutup