Reog Ponorogo Mau Diklaim Malaysia, Ini Tanggapan Mahasiswa Bekasi

Armansyah Riza, Pendiri Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Seni Budaya “Kaselia” di Universitas Pelita Bangsa.

BEKASI – Mahasiswa pecinta seni budaya asal Bekasi memprotes terhadap yang berencana akan mengklaim Malaysia atas kesenian reog Ponorogo. Dalam hal ini sebelumnya sempat diisukan akan didaftarkan oleh Malaysia ke UNESCO.

“Sebenernya ini bukan kali pertama, bahwa tetangga satu runpun kita sering kali mengklaim kesenian, dan kebudayaan kita. Ini yang jelas-jelas memiliki sejarah, cerita turun temurun, dan data bahwa Kesenian Reog ponorogo adalah Kesenian kebudayaan asli milik bangsa kita Indonesia,” kata Armansyah Riza Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa, Kamis (21/4/2022).

Aramansyah pun ingin berdialog kepada para pelaku seniman untuk mengenai sikap dan langkah untuk bersama menyuarakan bersama.

“Kita akan ikut bergabung dengan para pelaku, para seniman, para pelestari, para pecinta reog ponorogo ini yang berada di wilayah Bekasi. Untuk berdiskusi untuk bagaimana langkah yang baik selanjutnya,” kata pria yang pernah menjabat Ketua UKM Seni Universitas Pelita Bangsa Kaselia.

Masih kata Armansyah, dirinya melakukan bersama teman-teman mahasiswa pecinta seni dengan cara mengkampanyekan untuk save reog ponorogo melalui bentuk gambar lalu di share.

“Untuk saat ini kami melakukan campgin sebisa kami, dan semampu kami, ya Seperti mengshare dimedia sosial, berdiskusi bengan orang orang sekitar tentang sejarah, reog ponorogo ini. agar masyarakat pun sedikit paham tentang reog ponorogo kenapa harus di perjuangkan?,” ungkapnya.

Diakhir, pihaknya berharap agar yang menjadi disikapi ini dari pihak negara tetangga untuk tidak mengklaim kembali.

“Harapan kita tetap sama yaaa seperti yang sudah-sudah, Kita ingin pemerintah ikut memperjuangkan budaya bangsa Indonesia ini tidak hanya rego ponorogo. yang lain pun sama, kalo bisa semua Pakem Pakem, data, sejarah dan lain lain yang menjadi bahan penguat Kesenian kebudayaan Bangsa Indonesia diajukan di Sahkan ke UNESCO supaya tetangga serumpun kita tidak bisa mengkalim lagi. Seluruh dunia mengenal Indonesia, salah satunya dengan kebudayaan yang begitu banyak, maka pemerintah wajib untuk memperjuangkan nya,” tutupnya. (Iky)

Tutup