Telur hingga Cokelat Hitam, Ini Manfaatnya bagi Tubuh

Cokelat Hitam

Sejumlah makanan kerap dihindari karena dianggap tinggi lemak, kolesterol, gula, natrium, atau karbohidrat. Padahal, tidak semua makanan dengan kandungan tersebut otomatis buruk bagi kesehatan. Telur, kacang-kacangan, cokelat hitam, sup kemasan, hingga bagel masih bisa menjadi bagian dari pola makan bergizi jika dikonsumsi dengan cara yang tepat.

Mengutip siaran EatingWell, sejumlah ahli gizi menjelaskan bahwa kandungan nutrisi dan cara mengolah makanan perlu menjadi pertimbangan sebelum seseorang memutuskan untuk menghindarinya.

1. Telur

Telur sering mendapat penilaian negatif karena kandungan kolesterolnya. Namun, kolesterol dari makanan pada kebanyakan orang memiliki pengaruh yang lebih kecil terhadap kadar kolesterol darah dibandingkan lemak jenuh.

Ahli gizi terdaftar Jessica Villalvir menjelaskan bahwa telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi. Bahan pangan ini juga mengandung kolin yang berperan penting dalam mendukung fungsi otak.

Tidak hanya itu, telur menyediakan vitamin B serta karotenoid, seperti lutein dan zeaxanthin. Kedua senyawa tersebut memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh.

2. Kacang-kacangan

Almond, kenari, dan kacang tanah sering dibatasi dalam menu harian karena dianggap tinggi kalori. Padahal, kelompok makanan ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup beragam.

Menurut Villalvir, kacang-kacangan mengandung lemak tidak jenuh, serat, vitamin E, protein nabati, serta antioksidan. Konsumsi secara rutin juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Menariknya, tidak seluruh kalori dari kacang-kacangan diserap tubuh. Sebagian lemak di dalamnya terperangkap dalam struktur serat sehingga lebih sulit dicerna.

3. Cokelat hitam

Cokelat sering dimasukkan dalam kelompok makanan manis yang perlu dibatasi karena kandungan gula, lemak jenuh, dan kalorinya.

Meski demikian, kakao sebagai bahan utama cokelat memiliki sejumlah senyawa yang bermanfaat bagi tubuh. Ahli gizi Kelly Burgess menjelaskan bahwa kakao mengandung flavanol, teobromin, dan berbagai fitonutrien yang memiliki aktivitas antioksidan serta antiinflamasi.

Sementara itu, ahli gizi Samantha DeVito menyarankan cokelat dengan kandungan kakao minimal 70 persen sebagai pilihan camilan. Agar lebih beragam nutrisinya, cokelat hitam dapat dipadukan dengan buah beri dan kacang-kacangan.

4. Sup dalam kemasan

Kandungan natrium yang cukup tinggi membuat sup dalam kemasan kerap dianggap sebagai pilihan makanan yang kurang sehat. Namun, produk ini tetap bisa dimanfaatkan sebagai menu praktis, terutama jika dilengkapi bahan makanan lain.

DeVito menyarankan menambahkan kacang-kacangan, lentil, sayuran beku, atau potongan daging ayam ke dalam sup yang sudah mengandung sayuran.

Penambahan bahan tersebut dapat meningkatkan kandungan protein, serat, serta nutrisi lain dalam satu sajian. Meski begitu, konsumen tetap perlu memperhatikan informasi kandungan natrium pada kemasan.

5. Bagel

Bagel merupakan roti berbentuk cincin yang umumnya dibuat menggunakan tepung terigu. Makanan ini sering dianggap kurang bergizi karena mengandung karbohidrat olahan.

Menurut DeVito, bagel tetap bisa menjadi pilihan sumber energi apabila dipadukan dengan bahan makanan yang memiliki kandungan nutrisi berbeda.

Beberapa pilihan pelengkap yang bisa digunakan antara lain telur, alpukat, tomat, salmon, hingga selai kacang. Kombinasi tersebut dapat menambah asupan protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

Pada dasarnya, kualitas pola makan tidak hanya ditentukan oleh satu jenis makanan. Porsi, kombinasi bahan pangan, serta frekuensi konsumsi juga perlu diperhatikan agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenu

Berita Lainnya

Tutup