NASA Temukan Kawah Baru di Bulan Lebarnya 222 Meter

Amerika Serikat (NASA) menemukan sebuah kawah baru di permukaan Bulan yang terbentuk akibat tumbukan benda langit.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan sebuah kawah baru di permukaan Bulan yang terbentuk akibat tumbukan benda langit. Kawah tersebut memiliki diameter sekitar 222 meter atau setara dengan ukuran kompleks olahraga dan kedalaman mencapai 43 meter.

Kawah yang diberi nama McGetchin itu berada di bagian timur Bulan. Keberadaannya teridentifikasi melalui pengamatan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO), wahana milik NASA yang telah mengorbit Bulan selama sekitar 17 tahun.

Kawah tersebut diperkirakan terbentuk akibat benturan yang terjadi pada periode 11 April hingga 22 Mei 2024. Berdasarkan analisis peneliti, objek yang menghantam permukaan Bulan diperkirakan memiliki ukuran setara bangunan tiga hingga enam lantai.

Penemuan kawah dilakukan Robert Wagner, spesialis pengolahan citra dari Intuitive Machines. Ia mengidentifikasi perubahan pada permukaan Bulan dengan memanfaatkan data dari Lunar Reconnaissance Orbiter Camera (LROC).

Pengamatan lebih dekat terhadap lokasi menunjukkan adanya material permukaan Bulan atau regolith yang terdorong dan bergeser akibat energi tumbukan. Pola material yang tertinggal di sekitar kawah menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengidentifikasi peristiwa tersebut.

“Ini merupakan pola puing benturan yang paling jelas pernah dilihat dalam salah satu gambar ini,” kata Wagner, dikutip dari IFL Science, Jumat (18/9/2026).

Tidak hanya menghasilkan kawah, tumbukan tersebut juga mengubah karakteristik material di sekitar lokasi. Data dari instrumen pencitraan termal LRO menunjukkan adanya perbedaan suhu di wilayah sekitar kawah.

Area yang diamati memiliki cakupan sekitar 6,4 kilometer. Pada malam hari, wilayah tersebut tercatat sekitar 16 derajat Fahrenheit atau sekitar minus 8,8 derajat Celsius lebih dingin dibandingkan kondisi yang menjadi pembanding dalam pengamatan.

Peneliti menduga perubahan tersebut berkaitan dengan kondisi regolith di area terdampak. Material yang mengalami gangguan akibat tumbukan dapat memiliki struktur yang berbeda, termasuk menjadi lebih renggang dan kurang padat.

Karakteristik tersebut memengaruhi bagaimana permukaan Bulan menyerap dan melepaskan panas. Karena Bulan tidak memiliki atmosfer tebal seperti Bumi, perubahan sifat material permukaan dapat memberikan pengaruh yang cukup terlihat terhadap kondisi termalnya.

Kawah McGetchin menjadi salah satu contoh bagaimana permukaan Bulan terus mengalami perubahan akibat tumbukan benda langit. Temuan tersebut juga memberikan kesempatan bagi ilmuwan untuk mempelajari proses pembentukan kawah serta perubahan material permukaan dalam kondisi yang relatif baru.

Data dari LRO memungkinkan peneliti membandingkan kondisi permukaan sebelum dan sesudah tumbukan. Informasi semacam ini penting untuk memahami bagaimana lingkungan Bulan berevolusi dari waktu ke waktu.

Pengamatan lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui lebih detail karakteristik kawah McGetchin, termasuk material yang terdampak serta proses perubahan suhu di sekitarnya.

Tutup