Iran Disebut Ingin Berdamai, Trump Buka Peluang Negosiasi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan klaim bahwa Iran tengah berupaya membuka jalan menuju kesepakatan dengan Washington. Menurut Trump, Teheran disebut ingin mencapai kesepakatan tersebut dalam waktu cepat dan dalam kondisi yang mendesak.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social miliknya dan dikutip pada Selasa (15/9/2026). Trump menggambarkan Iran sebagai negara yang berada dalam kondisi sulit dan disebut tengah mencari jalan untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
“Negara Iran yang sedang terpuruk ingin membuat kesepakatan, dengan cepat dan sangat mendesak,” tulis Trump di Truth Social.
Trump pada saat yang sama menegaskan bahwa keputusan mengenai keterlibatan Amerika Serikat dalam pembicaraan dengan Iran tetap berada di tangannya. Ia menyebut Washington tidak menutup kemungkinan untuk kembali terlibat dalam proses pembicaraan dengan Teheran.
“Saya akan memutuskan apakah AS akan memilih untuk terlibat atau tidak, sebuah konsep yang kami terbuka terhadapnya,” tambah Trump.
Pernyataan tersebut muncul setelah hubungan Washington dan Teheran kembali diwarnai konflik militer. Amerika Serikat bersama Israel sebelumnya melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu, yang kemudian dibalas Iran melalui serangan ke Israel serta sejumlah sasaran militer Amerika Serikat di kawasan.
Upaya diplomatik sebenarnya sempat menghasilkan kesepahaman antara kedua negara. Washington dan Teheran diketahui mencapai kesepahaman di Islamabad pada Juni melalui proses mediasi yang melibatkan Pakistan dan Qatar.
Namun, kesepahaman tersebut tidak berlanjut sesuai harapan setelah kedua pihak menghadapi perbedaan pandangan mengenai persoalan Selat Hormuz. Perselisihan itu kemudian membuat proses yang sebelumnya dibangun melalui jalur diplomatik kembali menghadapi hambatan.
Ketegangan kembali meningkat pada Agustus ketika Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Iran. Teheran merespons dengan menyerang sejumlah aset militer Amerika Serikat yang berada di beberapa negara Arab yang menjadi sekutu Washington.
Di tengah rangkaian konflik dan kebuntuan diplomatik tersebut, pernyataan terbaru Trump membuka kemungkinan adanya kembali komunikasi antara Washington dan Teheran. Namun, Trump belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk pembicaraan maupun mekanisme kesepakatan yang dimaksud.
Keputusan mengenai keterlibatan Amerika Serikat dalam pembicaraan dengan Iran, menurut Trump, masih akan ditentukan olehnya. Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa kemungkinan negosiasi baru masih bergantung pada keputusan politik Washington.



