Asap Karhutla Sampai Singapura, Anies Beri Peringatan

Anies Baswedan: Andra/terkenal.co.id

Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah asapnya terlihat hingga Singapura. Mantan calon presiden 2024 Anies Baswedan menilai kondisi tersebut tidak hanya menunjukkan persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat.

Sorotan itu disampaikan Anies ketika berada di Singapura. Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram miliknya pada Senin (14/9/2026), Anies memperlihatkan kondisi udara yang tampak berkabut dari sebuah gedung di negara tersebut.

“Saat ini saya sedang meeting di kantor Google Singapura. Dari lantai 30 kita melihat pemandangan asap seperti ini,” kata Anies.

Menurut Anies, kondisi yang terlihat dari Singapura tersebut berkaitan dengan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera. Ia menilai dampak kebakaran di Indonesia bahkan telah dirasakan oleh negara tetangga.

“Ini adalah akibat karhutla Kalimantan dan Sumatera. Tetangga kita pun di Singapura ikut menanggung akibat dari asap di negara kita,” ujarnya.

Namun, Anies menilai persoalan yang lebih mengkhawatirkan justru berada di wilayah yang berdekatan dengan sumber kebakaran. Jika asap sudah dapat terlihat dan dirasakan dari Singapura, masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi karhutla dinilai menghadapi paparan yang jauh lebih berat.

“Nah kalau di Singapura saja seperti ini kondisinya, coba bayangkan bagaimana dengan warga yang dekat dengan sumber polusinya? Tentu lebih pekat, tentu lebih berbahaya,” tutur Anies.

Ia mengingatkan bahwa penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada upaya memadamkan titik api. Dampak asap terhadap kesehatan warga juga harus menjadi bagian penting dalam penanganan bencana tersebut.

Anies menilai pemerintah perlu memastikan persoalan karhutla ditangani hingga ke sumber masalahnya. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama karena paparan asap dapat berdampak langsung terhadap kehidupan warga.

Pernyataan tersebut disampaikan Anies dengan penekanan pada risiko kesehatan yang ditanggung masyarakat akibat polusi udara dari karhutla. Ia meminta persoalan tersebut tidak dianggap sebagai kejadian rutin setiap musim kemarau.

“Jangan sampai warga kita dibunuh pelan-pelan oleh asap,” tandas Anies.

Tutup