Usai DPR Naikkan Tensinya, Saham Jababeka KIJA Turun ke 1,51 Persen
Saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) bergerak di zona merah pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Hingga pukul 10.24 WIB, saham emiten pengelola kawasan industri tersebut berada di level Rp196 per saham.
Berdasarkan data perdagangan tersebut, KIJA turun Rp3 atau 1,51 persen dibandingkan harga penutupan sebelumnya sebesar Rp199 per saham. Sepanjang perdagangan pagi, saham KIJA bergerak pada kisaran Rp194 hingga Rp200 per saham.
Pergerakan KIJA tersebut berlangsung ketika pasar saham domestik secara keseluruhan masih bergerak bervariasi. IHSG justru dibuka menguat dari posisi penutupan sebelumnya 6.678,20 ke level 6.688,17. Pada pukul 09.02 WIB, IHSG tercatat naik 0,28 persen ke level 6.697,93.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelemahan KIJA pada sesi I terjadi ketika arah pergerakan IHSG belum sepenuhnya sejalan. Karena itu, pergerakan harga KIJA tidak dapat secara langsung disimpulkan hanya berdasarkan kondisi indeks utama pasar.
Dari sisi sektoral, pergerakan indeks juga menunjukkan variasi. Sejumlah sektor tercatat berada di zona merah, sementara sektor lainnya masih mampu menguat. Kondisi ini mencerminkan dinamika perdagangan yang berbeda antar kelompok saham pada sesi berjalan.
Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (9/9/2026), IHSG ditutup melemah 0,12 persen ke level 6.678,20. Sebanyak 308 saham tercatat menguat, 317 saham melemah dan 169 saham berada dalam posisi stagnan.
Pelemahan IHSG pada perdagangan Rabu antara lain terjadi di tengah tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Pergerakan bursa Asia serta kenaikan harga minyak mentah global juga menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar.
Sementara itu, pergerakan saham KIJA juga berlangsung di tengah meningkatnya perhatian terhadap PT Jababeka Tbk terkait persoalan pengelolaan lingkungan di kawasan industri Jababeka, Kabupaten Bekasi.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi sebelumnya menyatakan Komisi XII akan melakukan inspeksi mendadak ke kawasan Jababeka setelah muncul sejumlah persoalan yang menjadi perhatian dalam pengawasan lingkungan. DPR juga membuka kemungkinan menindaklanjuti temuan tersebut melalui mekanisme hukum apabila pemeriksaan lebih lanjut menemukan adanya dugaan pelanggaran.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah dugaan perubahan hasil pengujian laboratorium limbah. Persoalan tersebut masih menjadi perhatian DPR dan akan ditelusuri lebih lanjut, termasuk dengan meminta penjelasan dari pihak laboratorium terkait hasil pengujian yang dipersoalkan.
Namun, secara pasar, belum terdapat dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa pelemahan saham KIJA pada sesi I Kamis (10/9/2026) secara langsung disebabkan oleh persoalan lingkungan tersebut. Harga saham dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sentimen pasar, kondisi sektoral, aksi jual dan beli investor, hingga faktor fundamental dan eksternal lainnya.
Dengan posisi Rp196 per saham pada sesi I, pergerakan KIJA selanjutnya masih akan menjadi perhatian hingga perdagangan berakhir. Arah saham pada sesi II dan penutupan perdagangan akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai respons pasar terhadap saham emiten tersebut.




