Sara Wijayanto Bantah Isu
Nama Sara Wijayanto mendadak menjadi sorotan setelah beredar narasi di media sosial yang menuding dirinya terlibat perselingkuhan.
Rumor tersebut bahkan menyebut suami Sara, Demian Aditya, telah melaporkan dugaan perselingkuhan itu kepada pihak berwajib. Namun, tudingan tersebut belum disertai bukti yang dapat dipastikan kebenarannya.
Isu itu awalnya muncul melalui unggahan sebuah akun Threads bernama @nafaasalsa yang menyertakan foto Sara Wijayanto. Dalam unggahan tersebut, akun itu menuding Sara berselingkuh dan melakukan perzinahan dengan seorang pendeta.
Unggahan tersebut juga memuat klaim bahwa Demian telah menyerahkan sejumlah bukti, mulai dari foto, percakapan, hingga rekaman CCTV kepada penyidik.
Narasi tersebut kemudian menyebar dan menjadi perbincangan warganet. Namun, hingga kini tidak ada keterangan resmi yang membenarkan tudingan tersebut maupun klaim mengenai laporan hukum yang disebut-sebut dilakukan Demian.
Sara Wijayanto pun akhirnya buka suara setelah mengetahui rumor yang menyeret namanya. Melalui media sosial, Sara menyinggung konsekuensi hukum bagi pihak yang menyebarkan informasi palsu dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Siap-siap ya untuk akun yang menuliskan berita fitnah dan hoax. Yang paling lucu yang pada komentar. Sebegitu banyaknya orang enggak bahagia di dunia ini,” ujar Sara.
Sara juga menyayangkan banyaknya warganet yang ikut menyebarkan serta memberikan komentar terhadap informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Menurutnya, masyarakat seharusnya lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama ketika menyangkut kehidupan pribadi seseorang.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi. Sara berharap perhatian publik dapat dialihkan pada hal-hal yang lebih bermanfaat.
“Seharusnya kita semua ini fokus mendoakan BUMI NUSANTARA. Berbagi kebaikan, saling menghargai, dan menjaga. Eling lan Waspada,” pungkasnya.
Dengan pernyataan tersebut, Sara menegaskan bahwa dirinya tidak tinggal diam terhadap narasi yang dinilainya sebagai fitnah dan hoaks. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial.



