Vilmei Kehilangan Rp1,2 Miliar
Content creator Meicy Villia Kalang atau yang dikenal dengan nama Vilmei mengungkap pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya. Ia mengaku kehilangan uang hingga sekitar Rp1,2 miliar yang diduga digelapkan oleh karyawannya sendiri.
Pengakuan tersebut disampaikan Vilmei melalui unggahan di media sosial. Ia menyebut dugaan penggelapan itu berlangsung selama sekitar satu tahun dan baru diketahui ketika dirinya hendak mengambil uang hasil konten yang selama ini tersimpan di rekening.
Vilmei mengatakan, selama tujuh tahun menjadi content creator, ia tidak pernah mengambil penghasilan dari salah satu platform media sosialnya. Namun, ketika hendak menggunakan uang tersebut, ia justru mendapati saldo yang tersisa hanya sekitar Rp1 juta.
“Dari awal ngonten, uang dari TikTok itu memang tak pernah aku ambil sama sekali. Pas mau diambil ternyata hanya sisa Rp1 juta-an. Itu pun enggak cukup untuk bayar makanan aku,” kata Vilmei.
Menurut Vilmei, salah satu karyawannya, Zahra Khairunnisa, diduga terlibat dalam pengambilan dana tersebut. Ia juga menyebut Zahra mendapat bantuan dari kekasihnya, Arka, dalam menjalankan aksinya.
Namun, berdasarkan pengakuan Zahra yang disampaikan Vilmei, tindakan tersebut dilakukan karena dirinya mendapat ancaman dari Arka.
Zahra disebut mengaku diancam akan disebarkan video pribadi jika tidak mengambil uang milik Vilmei. Ancaman tersebut bahkan disebut tidak hanya ditujukan kepada keluarga Zahra, tetapi juga kepada sejumlah orang di lingkungan pertemanannya.
“Dia bilang, ‘Ayolah ambil, aku lagi enggak ada (uang). Kalau kamu enggak mau, aku bisa sebarin video syur kita ke papa kamu.’ Jadi dia enggak hanya kirim video itu ke papa aku, tapi ke teman-teman aku juga,” tutur Vilmei, mengutip pengakuan Zahra.
Uang Diduga Digunakan untuk Berbagai Keperluan
Vilmei menyebut uang yang diduga diambil tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan Arka. Di antaranya untuk membeli ponsel, biaya pendidikan, kebutuhan sehari-hari, hingga membantu keluarga Arka yang membutuhkan pinjaman uang.
Kondisi tersebut membuat Vilmei merasa kecewa dan terpukul. Terlebih, uang yang disebut hilang merupakan hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun sebagai content creator.
“Pusing gue! Anak 19 tahun kelakuannya begini. Ini definisi, gue nyari duit tujuh tahun, mereka nikmati berdua terus hidup hedon dengan uang miliaran rupiah punya gue,” ujar Vilmei.
Vilmei kemudian memilih membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Berdasarkan keterangan yang disampaikannya melalui media sosial, ia telah melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota.
Kasus tersebut kini menjadi ranah aparat penegak hukum. Kebenaran mengenai dugaan penggelapan dana, jumlah kerugian, serta keterlibatan pihak-pihak yang disebut dalam pengakuan Vilmei masih menunggu proses penyelidikan dan pembuktian lebih lanjut.
Keterangan mengenai dugaan tindak pidana tersebut juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan hingga terdapat keputusan atau bukti hukum yang berkekuatan tetap.



