Raffi Ahmad Bantu Rp1 Miliar
Raffi Ahmad turun langsung membantu masyarakat Desa Adat Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terdampak kebakaran. Tak hanya melihat kondisi warga di lokasi, Raffi juga menyerahkan bantuan uang sebesar Rp1 miliar untuk mendukung penanganan dan pemulihan pascakebakaran.
Bantuan tersebut diberikan setelah Raffi mengetahui kondisi Desa Adat Sade yang mengalami kebakaran. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu destinasi budaya Lombok yang masih mempertahankan rumah-rumah tradisional dan kehidupan adat masyarakat setempat.
Raffi mengatakan musibah tersebut membuat dirinya mengubah agenda untuk melihat langsung kondisi masyarakat. Menurutnya, kehadiran di lokasi diperlukan agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan warga.
“Tempat itu salah satu ikon kulturnya, di mana banyak rumah-rumah tradisional. Habis semua terbakar,” ujar Raffi.
Ia mengaku kedatangannya ke Desa Adat Sade bukan sekadar untuk melihat dampak kebakaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kemanusiaan. Raffi menilai musibah harus direspons dengan tindakan nyata, bukan hanya melalui doa.
“Jadi mungkin kata Allah disuruh datang ke sana, saya datang ke sana dulu. Setelah itu baru saya datang ke sini,” katanya.
Setelah melihat kondisi di lapangan, Raffi kemudian memberikan bantuan sebesar Rp1 miliar kepada masyarakat terdampak. Dana tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendukung proses pemulihan kawasan yang terdampak kebakaran.
Raffi menekankan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Menurutnya, pemerintah, dunia usaha, komunitas, maupun masyarakat memiliki peran untuk membantu sesuai kemampuan masing-masing.
“Dalam hal ini semuanya bersatu. Atas nama kemanusiaan, semuanya bersatu. Pemerintah, swasta, apa pun itu, besar, kecil, yang penting,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak saling menyalahkan ketika bencana terjadi. Menurut Raffi, kondisi darurat seharusnya menjadi momentum untuk mengesampingkan perbedaan dan memperkuat solidaritas.
“Kita ini lagi banyak musibah, ada di NTB, NTT, Kalimantan, Sumatera. Ini doa dari kita semua. Ayolah kita bersatu untuk semuanya, jadi jangan saling menyalahkan. Hari ini kita bersatu,” ujar Raffi.
Raffi mengatakan kebutuhan warga pada masa tanggap darurat harus menjadi prioritas. Pemenuhan makanan, kebutuhan pokok, dan kebutuhan dasar lainnya perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum memasuki tahap rehabilitasi.
“Kalau tanggap darurat, biasanya makanan dulu, kebutuhan pokok dan lain sebagainya. Ke depan nanti baru untuk rehabilitasi. Nah, itu nanti dilihat dulu, melakukan asesmen dulu apa kebutuhan paling pertama,” jelasnya.
Menurut Raffi, asesmen penting dilakukan agar bantuan yang disalurkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, bantuan tidak berhenti pada penanganan sementara, tetapi dapat diarahkan untuk mendukung proses pemulihan warga dalam jangka panjang.
Yenny Wahid Soroti Pentingnya Aksi Nyata
Tokoh nasional Yenny Wahid turut mengapresiasi langkah Raffi yang memilih datang langsung ke lokasi terdampak kebakaran.
Menurut Yenny, kunjungan langsung memungkinkan kondisi masyarakat dilihat secara lebih nyata. Temuan di lapangan tersebut kemudian dapat menjadi bahan untuk disampaikan kepada pemerintah maupun pihak lain yang memiliki kapasitas memberikan bantuan.
“Mas Raffi melihat langsung apa yang terjadi di lapangan sehingga kemudian bisa dibawa kembali, disampaikan kepada jajaran pemerintah untuk kemudian ke depan bisa ada tindak lanjutnya,” kata Yenny.
Yenny menilai kehadiran tokoh publik di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah dapat membuka perhatian lebih luas terhadap kondisi warga. Namun, menurutnya, perhatian tersebut idealnya diikuti dengan langkah konkret.
Dalam konteks kebakaran Desa Adat Sade, bantuan Rp1 miliar yang diberikan Raffi menjadi salah satu bentuk respons langsung terhadap kebutuhan masyarakat terdampak.
Kebakaran tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga mengancam keberlangsungan kawasan adat yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Lombok.
Karena itu, proses pemulihan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, serta tokoh publik dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Raffi dan Yenny sama-sama menekankan pentingnya solidaritas di tengah berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Bagi mereka, kepedulian tidak cukup berhenti pada rasa prihatin, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Yang penting kita bersatu,” tegas Raffi.



