Muhammad Basri alias Ombas angkat bicara mengenai tudingan perselingkuhan yang menyeret namanya dengan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang. Ia membantah keras tuduhan tersebut dan menilai narasi yang berkembang di ruang publik tidak berdasar.
Basri menegaskan dirinya tidak pernah memiliki hubungan khusus dengan Bupati Gowa seperti yang dituduhkan. Ia juga menyebut status dirinya yang merupakan seorang duda, sementara Sitti Husniah juga seorang janda, tidak dapat dijadikan dasar untuk menuding keduanya terlibat perselingkuhan.
“Saya ini kan duda, Ibu Bupati ini janda. Jadi jangan sebut saya berselingkuh. Saya tidak pernah selingkuh dengan Bupati Gowa. Saya ini duda premium, rakyat jelata,” tegas Basri Kajang, dikutip Jumat (21/8/2026).
Basri juga menyayangkan tudingan tersebut muncul dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Gowa dan kemudian berkembang menjadi narasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, tuduhan tersebut telah membuat dirinya seolah-olah mendapatkan vonis sebelum proses hukum terhadap persoalan yang sedang berjalan selesai.
“Banyak hal kemudian yang harus diluruskan, kenapa? Saya ini sudah dihakimi di luar pengadilan. Dan sampai hari ini rekomendasi yang dibawa oleh DPRD Gowa masih menuduhkan itu kepada saya,” ujarnya.
Basri menilai setiap tuduhan terhadap dirinya semestinya dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku, bukan melalui narasi yang berkembang dalam forum politik maupun ruang publik.
Ia pun menegaskan tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Basri mengaku selalu memenuhi panggilan aparat penegak hukum ketika dimintai keterangan.
Salah satunya terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah gratis di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa. Basri menyatakan telah memenuhi panggilan penyidik Polda Sulawesi Selatan untuk memberikan keterangan mengenai perkara tersebut.
“Dan sampai hari ini, tuduhan yang dituduhkan kepada saya. Saya bilang kemarin bahwa kalau panggilan saya di Polda Sulsel, saya pasti hadir. Dalam kasus seragam sekolah itu saya sudah memberi kesaksian,” pungkasnya.
Basri berharap persoalan yang menyeret namanya dapat diklarifikasi berdasarkan fakta dan proses hukum yang berjalan. Ia juga meminta agar tuduhan yang belum terbukti tidak terus digiring menjadi kesimpulan di ruang publik.