Struktur kepemilikan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengalami perubahan setelah salah satu pemilik keluarga Hartono, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Maret 2026.
Pasca wafatnya Michael Hartono, Robert Budi Hartono kini tercatat sebagai Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) BCA melalui PT Dwimuria Investama Andalan (DIA), perusahaan yang menjadi pemegang saham pengendali BCA.
BCA menyampaikan perubahan tersebut melalui keterbukaan informasi. Robert diketahui tetap memiliki 51 persen saham PT DIA, sementara 49 persen saham yang sebelumnya dimiliki Michael telah diwariskan kepada empat anaknya.
“Dengan demikian Pemegang Saham Pengendali Terakhir Perseroan menjadi Bapak Robert Budi Hartono,” kata Corporate Secretary BCA Rudy Budiardjo dalam keterbukaan informasi yang dikutip Kamis (13/8/2026).
Perubahan struktur kepemilikan tersebut sebelumnya telah mendapat perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BCA menyebut telah menerima surat dari OJK tertanggal 29 Juli 2026 mengenai perubahan struktur kepemilikan akhir perusahaan.
Melalui surat tersebut, OJK menginformasikan bahwa perubahan struktur kepemilikan akhir BCA telah dicatat dalam administrasi pengawasan.
Warisan Michael Hartono Capai Puluhan Triliun
Di sisi lain, wafatnya Michael Hartono juga memicu salah satu pengalihan kekayaan keluarga terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Mengutip The Straits Times dan The Star yang melansir Bloomberg, berdasarkan dokumen pemerintah, sebanyak 49 persen saham Michael di PT DIA telah dibagi rata kepada empat anaknya.
Masing-masing ahli waris memperoleh saham dengan nilai sedikitnya sekitar US$2,93 miliar atau setara Rp52,38 triliun dengan asumsi kurs Rp17.879 per dolar AS.
Nilai tersebut berkaitan dengan aset PT DIA di sejumlah perusahaan, termasuk kepemilikannya di BCA. Berdasarkan nilai saham BCA per 13 Agustus 2026, porsi kepemilikan yang sebelumnya berada di bawah Michael diperkirakan mencapai sekitar Rp200 triliun.
PT DIA juga tercatat memiliki sekitar 19,95 persen saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Nilai kepemilikan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp4,6 triliun, dengan porsi Michael di dalamnya sekitar Rp2,25 triliun.
Kekayaan Keluarga Hartono
Keluarga Hartono memiliki bisnis yang tersebar di berbagai sektor. Selain perbankan melalui BCA, keluarga tersebut dikenal melalui bisnis rokok Djarum serta sejumlah usaha di sektor properti, perkebunan dan industri lainnya.
Menurut Forbes, total kekayaan bersih keluarga Hartono mencapai sekitar US$43,8 miliar pada akhir 2025. Nilai tersebut menempatkan keluarga Hartono sebagai salah satu keluarga terkaya di Indonesia.
Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono membangun dan mengembangkan kekayaan keluarga setelah meneruskan bisnis rokok yang diwariskan ayah mereka. Keduanya kemudian melakukan ekspansi bisnis ke berbagai sektor, termasuk jasa keuangan.
Dengan meninggalnya Michael, struktur kepemilikan aset keluarga mengalami perubahan. Namun, Robert tetap mempertahankan 51 persen kepemilikan di PT DIA dan kini menjadi pengendali terakhir BCA.
Perubahan tersebut sekaligus menandai babak baru dalam struktur kepemilikan salah satu bank terbesar di Indonesia, sementara kepemilikan Michael atas PT DIA telah beralih kepada empat anaknya sebagai ahli waris.