Kemhan Respons Wacana Prabowo Pangkas Anggaran Pertahanan

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa kekuatan pertahanan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran militer. Menurut Kemhan, pertahanan yang kokoh juga bergantung pada kondisi ekonomi, kesejahteraan masyarakat, hingga kualitas sumber daya manusia.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul wacana Presiden Prabowo Subianto yang membuka peluang melakukan efisiensi anggaran pertahanan dan kepolisian apabila diperlukan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan dan penanganan kelaparan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan pihaknya mendukung kebijakan pemerintah dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama ditujukan untuk kepentingan nasional.

“Komitmen negara terhadap pertahanan tidak semata diukur dari besaran anggaran sektor pertahanan, tetapi dari keseluruhan kebijakan negara dalam memperkuat pertahanan militer maupun nirmiliter,” ujar Rico.

Ia menjelaskan, Indonesia menerapkan konsep pertahanan semesta, yakni sistem yang memadukan kekuatan militer dan unsur nonmiliter dalam menjaga kedaulatan negara. Karena itu, pembangunan ekonomi, ketahanan pangan, kualitas pendidikan, hingga pengurangan angka kemiskinan dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tahan nasional.

Menurut Rico, masyarakat yang sejahtera akan menjadi fondasi utama bagi pertahanan negara. Stabilitas nasional, kata dia, tidak hanya bergantung pada kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Kemhan juga mengusung konsep Defence Supporting Economy, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan pembangunan sektor pertahanan dengan penguatan ekonomi nasional. Melalui konsep tersebut, investasi di bidang pertahanan diharapkan tidak hanya menjaga keamanan negara, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Rico menegaskan Kemhan bersama TNI siap menjalankan setiap kebijakan Presiden, termasuk apabila pemerintah memutuskan melakukan efisiensi anggaran sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional.

“Kementerian Pertahanan dan TNI selalu siap melaksanakan setiap keputusan Presiden demi kepentingan bangsa dan negara, termasuk yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan memprioritaskan upaya menghapus kemiskinan ekstrem dan mengatasi kelaparan. Dalam konteks itu, ia menyebut efisiensi anggaran di sektor pertahanan maupun kepolisian dapat menjadi salah satu alternatif apabila dibutuhkan untuk mendukung program-program prioritas pemerintah.

Melalui pernyataan tersebut, Kemhan menegaskan bahwa pertahanan nasional tidak hanya dibangun melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan rakyat, serta penguatan ketahanan nasional secara menyeluruh.

Tutup